Selasa, 02 Februari 2016

Review Hostel Fish - Denver, Colorado

Terbiasa tinggal di dalam kontainer rig pengeboran minyak, saya tidak memiliki masalah sama sekali jika harus tidur di hostel. Memang saya baru belakangan ini nyobain tinggal di hostel tetapi setelah dicoba ternyata seru. Awalnya saya sempat ragu, karena harus berbagi kamar dengan orang tidak dikenal, harus sharing kamar mandi, harus tahan tidur sambil dengerin dengkuran orang lain, dan harus siap privasi jadi serba terbatas. Saya jadi teringat dulu pernah kebetulan pulang pagi sehabis dugem, saya mesti mengendap-ngendap masuk kamar agar tidak diteriakin penghuni satu kamar.

Entah mengapa hostel masih dipandang sebelah mata oleh sebagian besar orang. Banyak yang beranggapan kalau hostel itu identik dengan turis kere jadi kalah gengsi kalau sampai menginap disana. Ada juga yang takut karena dirasa tidak aman, merasa tidak bebas, dan merasa tidak senyaman kalau menginap di hotel berbintang. Itu semua memang benar adanya tetapi alasan utama saya menginap di hostel adalah karena saya lagi solo traveler jadi sudah pasti lebih murah kalau tinggal di hostel, dan lagi saya juga bisa mencari teman jalan disana. Kalau menginap di hotel yang serba privat, susah rasanya untuk cari teman jalan apalagi yang sama-sama bermoto hemat pangkal kaya.

Pertama kali saya mencoba tinggal di hostel itu pas saya lagi solo traveling di Denver, Colorado. Mencari penginapan di downtown Denver itu gampang, gampang, susah. Cobain deh buka Agoda, hotel budget dengan fasilitas serba terbatas gak ada yang semalamnya dibawah $100. Tentu saya ogah buat ngeluarin duit sebanyak itu cuman buat numpang tidur, mendingan duitnya saya pakai buat one day tour ke Rocky Mountain National Park atau rafting di Colorado River. Nyari hostel juga pilihannya gak banyak, itupun harus jeli karena ada hostel yang sering dijadiin tempat menginap para homeless, duh bikin males kan.

 

Untung aja saya ketemu Hostel Fish yang letaknya super strategis, antara Larimer St. dan Lawrence St. di 20th street, berlokasi tepat di jantung keramaian Downtown Denver. Hostelnya baru buka July 2015 kemaren jadi furniturenya masih brand new semua. Temboknya aja masih bau cat dan kamar mandinya super duper bersih macam hotel berbintang. Dan yang paling penting, sudah termasuk free breakfast berupa yoghurt, doughnut, dan toast yang pastinya bikin kantong makin hemat. Kalau mau masak juga bisa, ada dapur umum siap sedia lengkap dengan peralatan masaknya.

 

 

Hostel Fish ini jauh dari kesan murahan, semuanya telah didesain secara serius. Staffnya friendly, helpful, dan dengan senang hati memberikan rekomendasi destinasi wisata di Denver. Biar tamunya betah, setiap minggunya ada acara rutin bar hopping. Cukup modal jalan kaki saja karena seluruh lokasinya dekat dengan hostel, jadi tidak perlu pesan taksi. Kalau kebetulan sedang musim baseball, diadakan acara nonton bareng di Coors Field Stadium yang jaraknya cuman sepelantaran batu dari hostel. Seru banget kan tinggal disana, jauh dari kesan serem ala hotel melati. Paling yang bikin saya kaget cuman satu, bunk bednya tingkat 3, haha, soalnya baru kali ini lihat yang begitu, biasanya kan cuman 2 tingkat.

 

Setelah ngobrol-ngobrol sama tamu hostel lainnya, ternyata bukan cuman saya saja yang memberikan kesan positif, tamu lainnya juga serasa menginap di hotel berbintang. Bahkan ada yang sempet bilang kalau ini adalah hostel terbaik yang pernah mereka datangi. Saya memang belum memiliki banyak referensi hostel karena memang jarang tinggal disana, tapi saya bisa bilang kalau tinggal Hostel Fish jauh lebih baik daripada menginap di hotel bujet minim fasilitas, apalagi buat solo traveler yang bermoto hemat pangkal kaya.

@williamkellye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar