Senin, 09 Mei 2016

Pengalaman Pertama Diving

Sudah lama saya kepingin untuk mengambil diving licensed. Tapi di saat harus menentukan dive center pilihan, saya jadi dilemma, pilih Pulau Seribu atau Pulau Dewata.

Berhubung saya tinggal di Jakarta, tentu jika sertifikasi diambil di Pulau Seribu segalanya akan jadi lebih mudah. Tidak perlu ribet mencari akomodasi, tidak perlu pusing mikirin transportasi, juga tidak perlu sampai ambil cuti segala. Masalahnya, visibility spot diving di Pulau Seribu itu kurang bagus alias butek, jadi bisa dipastikan bakal kurang puas menikmati sensasi eyegasm bawah laut.

Sedangkan Bali, meski jauh tapi menawarkan petualangan lebih seru dan lebih banyak yang bisa dilihat. Apalagi diving-nya nanti bakalan di Nusa Dua dan Tulamben yang ada kapal karam bekas Perang Dunia 2. Juga bisa sekalian mampir-mampir ke Seminyak, Ubud, dan Uluwatu sehabis diving.

Akhirnya setelah tanya sana sini, saya memutuskan untuk mengambil diving licensed di Bali. Alasannya biar lebih seru dan kebetulan juga lagi dikasih cuti sama bos. Waktu itu saya ikutan PADI Open Water Course-nya Scuba Duba Doo. Selain merupakan dive center bintang lima, mereka juga menawarkan harga kompetitif dan tidak ada extra charge lagi untuk lunch, transportasi pulang-pergi hotel-dive center, ataupun transportasi ke Tulamben. Paketnya sudah termasuk 2x diving di Nusa Dua dan 2x diving di Tulamben. 

Open Water Course-nya sendiri berlangsung selama 3 hari. Hari pertama diisi dengan kelas teori, menonton video, diskusi interaktif, dan diakhiri ujian tertulis. Untuk hari kedua, setengah hari diisi praktek di kolam di daerah Sanur. Disitu saya dikenalkan alat dasar menyelam mulai dari Bouyancy Control Device (BCD), regulator, tabung silinder, weight belt, masker, dan fins. Setengah hari sisanya diisi 2x diving di Nusa Dua. Sebetulnya saya sedikit khawatir harus langsung nyebur ke laut karena saya agak sulit ekualisasi pas tadi latihan di kolam. Tapi begitu turun ke dasar laut, ternyata diving tidak sesulit itu. Intinya kita mesti tenang dan enjoy serta perlu banyak latihan biar terbiasa.

One day class theory
Cek dan ricek peralatan diving
Hari terakhir merupakan hari paling ditunggu-tunggu karena seharian bakalan diving di Tulamben. Tulamben sendiri sangat terkenal di kalangan diver professional sebagai salah satu spot diving kapal karam terbaik di dunia.

Ready for diving. Shore entry.
Hampir 3 jam lamanya kami berkendara sebelum akhirnya tiba di Tulamben. Berbeda dengan pantai pasir putih pada umumnya, pantai di Tulamben berpasir hitam akibat letusan Gunung Agung. Tapi bukan pantainya yang menjadi daya tarik utama melainkan keindahan bawah lautnya. Hanya dengan berenang 25 meter dari bibir pantainya, kita sudah bisa melihat kapal karam USAT Liberty bekas Perang Dunia 2 di kedalaman 5 meter. Penghuni disana betul-betul ramai, mulai dari sea fans, nudibranch,  bumphead parrot fish, clown fish, penyu, black tip shark, eel, triggerfish, butterfly fish, dan masih banyak lagi. Kalau tidak ingat tekanan udara dalam tabung silinder, rasanya tidak ingin buru-buru naik ke permukaan saking indahnya pemandangan disana. Betul kata orang, diving itu bikin nagih.

Di dalam kapal USAT Liberty
Sea fan besar di Tulamben
Never dive alone

@williamkellye

1 komentar:

  1. Welcome to Underwater World!
    yuk nimati berbagai keindahan alam bawah laut Indonesia lainnya.
    Join our Community at Jakarta and Surabaya
    www.indonesiamenyelam.com

    BalasHapus