Sabtu, 15 Oktober 2016

Menguji Nyali di Pantai Timang, Gunung Kidul

“Hii… Takut ah. Loe aja yang naik. Gue tunggu disini aja” ujar salah seorang perempuan mirip Chelsea Islan dalam rombongan.

Ternyata teman-teman saya yang dulunya pernah berprofesi dan malang melintang sebagai engineer lapangan di lokasi pengeboran minyak, tidak semuanya berani menaiki sebuah kotak kayu bergerak di atas tali tambang melintasi Laut Pantai Selatan yang terkenal berombak ganas. Bukan, kami bukan sedang berada di lokasi pengeboran minyak lepas pantai atau sedang berusaha berpindah dari jetty menuju platform offshore rig. Kami sedang berada di salah satu pantai unik di Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai Timang namanya.

 Terletak sekitar 2 jam lamanya dari pusat kota Jogja, pantai ini semakin terkenal dengan maraknya pemberitaan di media social mengenai atraksi unik yang hanya ada di pantai tersebut, yakni naik gondola menuju Pulau Timang. Tapi bukan sembarang gondola, yang ini merupakan gondola kayu yang berjalan di atas rel terbuat dari beberapa utas tali tambang dan pengoperasiannya masih secara manual, ditarik oleh 6-7 orang bersamaan untuk setiap kali penyebrangan. Konon dibuat sedemikian rupa dan bukan dari besi dan baja agar tidak mudah rusak. Karena sejatinya air laut memang gampang membuat besi-baja rapuh dan keropos.

Gondola di Pantai Timang

Pulau Timang di kejauhan

Jarak yang ditempuh gondola sekali jalan tidak terlalu jauh, hanya sekitar 100 meter. Tapi terkadang ombak besar dapat sewaktu-waktu menghantam pinggir tepi pantai dan menciptakan efek cipratan raksasa (water blow). Kalau dirasa deburan ombaknya membahayakan, atraksi gondola ini tidak dioperasikan untuk sementara waktu. Untungnya saat kami kesana hempasan ombaknya belum terlalu membahayakan meskipun menurut saya sudah cukup besar dan sukses membuat siapapun yang menyebrang akan basah kuyup.

Water blow di Pantai Timang

 
Ombak besar di Pantai Timang

Bila dirasa kurang “bernyali” untuk mencoba naik gondola di Pantai Timang, bukan berarti Pantai Timang tidak menarik untuk dikunjungi. Karena di sisi lainnya terdapat pantai cantik berpasir putih yang sayang jika terlewatkan. Pantainya masih alami dan jarang dikunjungi wisatawan sehingga berasa milik pribadi. Pantas saja beberapa teman saya sampai lupa waktu kelamaan bersantai disana.

 
Sisi lain Pantai Timang


Instagram : @williamkellye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar