Rabu, 12 Oktober 2016

Nirvana Sunrise di Punthuk Setumbu

Bangun pagi bukanlah hal yang mudah saya lakukan. Apalagi bangun terlalu pagi sebelum ayam berkokok. Namun itu semua mesti saya lakukan demi bisa menyaksikan moment golden hours, yakni saat-saat keemasan ketika matahari terbit. Dan tidak ada tempat selain Punthuk Setumbu untuk benar-benar bisa melihat betapa ajaibnya peristiwa itu berlangsung.

Pukul 4 pagi, mobil kami sudah melaju di atas jalanan kota Jogja yang sepi. Hanya satu dua mobil tampak sesekali melintas dari arah berlawanan. Dan tidak sampai satu jam kemudian kami sudah mendapati diri kami mendaki jalanan setapak menuju puncak Punthuk Setumbu. Sambil diterangi penerangan seadanya, kami melangkahkan kaki melewati jalan berkelok-kelok hingga pada akhirnya sampai di puncak tertinggi bersama puluhan orang lainnya.

Pagi itu kaki Gunung Merbabu dan Gunung Merapi berselimut kabut tipis. Suasana mistis kental sekali terasa. Meski sebagian besar pemandangan terhalang kabut, samar-samar kami masih bisa mendapati sebuah bangunan paling menonjol diantara sekelebat hutan-hutan hijau. Candi Borobudur. Candi Budha terbesar yang dibangun pada Abad ke 8-9 dan terdaftar sebagai salah satu dari UNESCO World Heritage Site.

Pemandangan dari Punthuk Setumbu

 
Hutan berselimut kabut

Pelan namun pasti sang surya kemudian muncul dari balik gunung, menyikap tabir yang sebelumnya menyelimuti daerah di sekitaran Punthuk Setumbu. Cahaya jingga-keemasan kini segera menggantikan gelapnya malam bertabur bintang. Lambat laun Candi Borobudur nampak jelas di kejauhan, berdiri kokoh dikelilingi hutan hijau di kaki Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Inilah saat-saat yang mereka sebut dengan “Nirvana Sunrise”. Melihat pemandangan matahari terbit yang saking indahnya sampai berasa seperti di surga. Seketika hilang semua rasa lelah akibat harus bangun terlalu pagi dan trekking naik bukit.

 
Nirvana Sunrise di Punthuk Setumbu

 
Golden hours di Punthuk Setumbu


Punthuk Setumbu

Matahari kini bergerak semakin tinggi di atas kepala. Berangsur-angsur keramaian di Punthuk Setumbu perlahan mulai memudar hingga pada akhirnya semua orang pergi menuju destinasi berikutnya. Ada yang berjalan mengikuti jalan setapak menuju Gereja Ayam, ada yang pergi ke Candi Borobudur, dan ada juga yang kembali menuju pusat kota Jogja dan Magelang. Tidak terkecuali kami yang selanjutnya memacu mobil sewaan menuju Candi Borobudur. Entah ini kali keberapa kami ke Borobudur namun kami tidak pernah bosan untuk terus datang kembali. Dan mengawali hari dengan menyaksikan Nirvana Sunrise di Punthuk Setumbu benar-benar menjadi penyemangat hari.

 
Candi Borobudur


Candi Borobudur


Instagram : @williamkellye

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah) #BlogJateng2016 #JatengGayeng

1 komentar: