Rabu, 12 Oktober 2016

Pesona Candi Plaosan dan Candi Sojiwan, tak Lekang oleh Waktu

“Hari ini mau kemana?”
“Ke Candi Plaosan.”
“Hah, ke candi-candi lagi? Bukannya kemaren sudah ke Candi Borobudur, memangnya belum puas?”

Itulah segelintir percakapan saya dengan teman jalan saya saat kami road trip di Pulau Jawa. Sebagai seseorang yang menyukai hal-hal berbau wisata sejarah, saya tidak keberatan untuk menghabiskan waktu seharian mengelilingi kompleks percandian di Indonesia. Dan mengunjungi kompleks candi-candi di sekitaran daerah Prambanan merupakan salah hal satu favorit saya selama road trip berlangsung.

 
Candi Prambanan

Terlepas dari pamor Candi Prambanan yang sudah mendunia, terdapat candi-candi lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Sebut saja Candi Plaosan dan Candi Sojiwan yang memang belum banyak diketahui orang. Jaraknya hanya sepelemparan batu, tapi jika malas menyetir sendiri bisa naik shuttle bus gratis dari Candi Prambanan.

Kalau ikutan naik shuttle bus, Candi Plaosan merupakan candi pertama yang dikunjungi. Kompleks candi ini terdiri dari dua bagian, yakni Candi Plaosan Lor (Lor dalam Bahasa Jawa berarti utara) dan Candi Plaosan Kidul (Kidul dalam Bahasa Jawa berarti selatan). Candi Plaosan yang berlatar Agama Buddha ini mulanya dibangun pada Abad ke 8 oleh Rakai Panangkaran. Namun ketika Rakai Panangkaran wafat, pembangunannya dilanjutkan oleh Rakai Pikatan yang beragama Hindu dan merupakan tokoh pendiri Candi Prambanan. Keunikan Candi Plaosan ada pada candi induk kembar berlantai 2 tingkat yang dikelilingi 6 Candi Patok, 58 Candi Perwara (candi pendamping), dan 116 Stupa Perwara serta sebuah bangunan mendapa (pendapa) yang luas.

Candi Plaosan Lor

 
Candi Plaosan Lor

Candi Plaosan Lor

Dari Candi Plaosan, shuttle bus kemudian melaju melewati persawahan dan membelah perkampungan warga menuju Candi Sojiwan. Dulunya candi ini terdiri dari 2 gugusan, di bagian utara dan selatan. Sayangnya hanya gugusan candi di bagian utara yang masih bertahan hingga sekarang sementara gugusan candi di bagian selatannya sudah hilang dan lokasinya telah melebur dengan perkampungan warga. Hal menarik dari Candi Plaosan ada pada relief cerita binatang yang terukir pada kaki candi dan memiliki hubungan dengan cerita-cerita Pancatantra dari India.

  
Candi Sojiwan

Meski sama-sama sudah berusia ratusan tahun, baik Candi Plaosan dan Candi Sojiwan tetap mempesona hingga sekarang. Bangunannya tetap apik terjaga dan terawat, membuat siapapun yang berkunjung kesana akan berdecak kagum melihat keindahan serta kerumitan arsitektur candi. Betul memang jika pesona Candi Plaosan dan Candi Sojiwan tidak lekang oleh waktu.


Instagram : @williamkellye

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah) #BlogJateng2016 #JatengGayeng

1 komentar:

  1. Jateng Gayeng, pesonanya banyak banget, apalagi jejak sejarahnya. btw suka sama angle foto2nya. mampir2 ke blog ane mas rizkichuk.blogspot.com :)

    BalasHapus