Selasa, 18 Oktober 2016

Wisata Komplit di Jawa Tengah

Saya seringkali mendapat pertanyaan klise seperti “mau liburan nih, enaknya kemana ya?”
Dan berkali-kali pula saya jawab “kamu itu sukanya wisata seperti apa?”

Liburan itu menurut saya suatu hal yang personal. Bergantung pada minat dan kesenangan masing-masing individu. Ada yang sukanya ke pantai, naik gunung, jalan-jalan di mall, dan ada juga yang hobinya belanja. Apa yang menarik bagi seorang individu belum tentu menarik bagi individu lainnya. Sedangkan untuk saya pribadi, ada 3 tipe wisata yang paling saya sukai, yaitu wisata sejarah, wisata alam, dan wisata kuliner. Dan Jawa Tengah merupakan destinasi paling komplit untuk mendapatkan ketiganya.

Dimulai dari wisata sejarah, Jawa Tengah dikaruniai candi-candi terbaik Indonesia. Sebut saja Candi Borobudur di Magelang, Candi Plaosan di Klaten, dan Kompleks Candi Arjuna di Dieng. Siapa yang tidak akan dibuat berdecak kagum melihat keindahan serta kerumitan arsitektur Candi Borobudur, Candi Budha terbesar dan terdaftar sebagai salah satu UNESCO World Heritage Site. Terang atau gelap Candi Borobudur tidak pernah kehabisan pesona. Buktinya Borobudur tetap ramai dikunjungi orang sejak dari pagi sebelum matahari terbit hingga petang hari saat matahari kembali ke peraduannya. Semuanya berbondong-bondong untuk bisa menyaksikan mystical sunrise dari Borobudur yang dibalut kabut tipis atau sekedar mengagumi keindahan golden sunset dari puncaknya bermandikan cahaya jingga keemasan.

Candi Borobudur

Siapa juga yang tidak akan tercengang melihat pesona Candi Plaosan yang tak lekang oleh waktu. Candi berlatar campuran Budha dan Hindu ini dulunya dibangun sebagai bukti cinta Sri Pramodhawardhani (Budha) dan Rakai Pikatan (Hindu) yang menikah walaupun berbeda agama. Keunikan Candi Plaosan ada pada 2 candi kembarnya yang dikelilingi 6 Candi Patok, 58 Candi Perwara (candi pendamping), dan 116 Stupa Perwara serta sebuah bangunan mendapa (pendapa) yang luas. Atau siapa pula bisa melawan keelokan kompleks Candi Arjuna yang dibangun di Negeri di Atas Awan Dieng. Dalam kompleknya, berderet berurutan dari utara ke selatan Candi Srikandi, Candi Sembadra, Candi Puntadewa, dan Candi Arjuna yang paling selatan.

Candi Induk Kembar

Sementara untuk wisata alam, Jawa Tengah menawarkan bentang alam spektakuler mulai dari daerah pegunungan, dataran tinggi, hutan tropis, hingga pulau-pulau eksotis berpasir putih dan berair hijau toska. Tidak usah jauh-jauh pergi ke Swiss karena panorama dataran tinggi Dieng tidak kalah dengan barisan Pegunungan Alpen. Dieng yang namanya diambil dari Bahasa Sansekerta memiliki arti tempat tertinggi atau tempatnya para Dewa, sukses menyihir para wisatawan dengan keelokan Telaga Warna, Kawah Sikidang, serta golden sunrise-nya dari Bukit Sikunir dan Gunung Prau.

Sunrise dari Gunung Prau (sumber: http://www.exploregunung.com

Tidak perlu juga jauh-jauh ke Maldives karena di Karimun Jawa pun sudah bisa mendapati pantai berpasir putih dengan laut bergradasi hijau toska dan biru tua laut dalam. Apalagi keindahan bawah lautnya juga tidak pernah gagal membuat wisatawan kagum dengan hamparan terumbu karang cantik bewarna-warni serta beragam jenis ikan karang berenang bebas. Ditambah dengan baiknya visibilitas dan beningnya perairan disana, seakan sedang berenang dalam aquarium Sea World raksasa.

Alam bawah laut Karimun Jawa

Dan kalau penasaran ingin melihat betapa ajaibnya moment matahari terbit berlangsung, cukup datang ke Punthuk Setumbu untuk bisa menyaksikan Nirvana Sunrise. Melihat pemandangan matahari terbit yang saking indahnya sampai berasa seperti ada di surga. Berlatarkan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu berselimut kabut tipis serta siluet Candi Borobudur di kejauhan.

Nirvana Sunrise

Terakhir, berwisata di Jawa Tengah tidak akan lengkap jika belum mencoba macam-macam kuliner lokal. Ada begitu banyak pilihan menggiurkan mulai dari lumpia dan tahu petis khas Semarang, tempe mendoan dari Banyumas, telur asin Brebes, serta nasi liwet dari Solo. Dan jangan lupa juga untuk mencicipi kelezatan dari mie ongklok yang disajikan panas-panas saat berkunjung ke dataran tinggi Dieng atau melepas dahaga dengan segelas dawet ireng dingin setelah seharian jalan-jalan di Purworejo.

Mie Ongklok Dieng (sumber: http://candidiengsnack.com/mie-ongklok/

Jadi kapan kamu akan berwisata ke Jawa Tengah?


Instagram : @williamkellye

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah (www.twitter.com/visitjawatengah) #BlogJateng2016 #JatengGayeng

Tidak ada komentar:

Posting Komentar