Minggu, 31 Desember 2017

Vivid Sydney 2017



Saya baru tahu ada event bernama Vivid Sidney pada awal tahun 2017. Acara ini rutin digelar selama hampir 1 bulan, dimulai pada penghujung akhir musim gugur hingga awal musim dingin.


Tahun 2017 ini, Vivid Sydney diselenggarakan dari tanggal 26 May hingga 17 Juni. Dari pukul 6 pm - 11 pm. Pusatnya berada di Circular Quay, Darling Harbor, Taronga Zoo, dan Martin Place.


Beruntung, tiket Jakarta-Sydney PP yang saya beli tahun 2016, disaat saya belum tahu ada Event sekaliber Vivid Sydney, waktu kepulangannya tanggal 27 May. Artinya saya masih sempat menyaksikan Vivid Sydney walau hanya 1 hari. Yah daripada tidak sama sekalikan?


Karena hanya punya 1 malam maka harus sempurna. Dari siang saya sudah melakukan survey lokasi. Tujuan utama saya Circular Quay karena terdapat Sydney Opera House yg ikonik. Kalau masih ada sisa waktu baru mampir ke Darling Harbor.

Pada Siang hari, Sydney Opera House benar2 fotogenik. Indah dari segala sisi.


Baik dari sisi persis di depannya.


Dari sisi di seberangnya, di bawah Sydney Harbor Bridge.


Atau dari Milson Point

 

Dan dari semuanya, lokasi favorit saya jatuh pada sisi di seberang Sydney Opera House, di bawah Sydney Harbor Bridge. Karena memberikan view paling jelas.

Sambil menunggu malam, saya menghabiskan sore itu dengan berkeliling daerah Circular Quay.

Meski sudah beberapa kali kesini tapi tempat ini tidak pernah membuat saya merasa bosan.

Hari semakin gelap. Circular Quay semakin padat oleh wisatawan. Baik lokal maupun turis asing, semuanya menanti-nantikan pertunjukkan cahaya spektakuler Vivid Sydney 2017.


Tepat pukul 6 PM, Sydney Opera House mulai bermandikan cahaya. Begitu juga Sydney Harbor Bridge serta bangunan-bangunan lain di daerah Circular Quay serta seantero Sydney Raya.



Benar-benar indah. Belum pernah saya melihat sesuatu yang seperti ini. Saat dimana seisi kota bermandikan permainan cahaya secara serempak. Satu malam yang akan saya kenang selamanya.



Karena masih ada sisa beberapa jam sebelum Vivid Syney berakhir, saya beranjak menuju Darling Harbor. Lokasi lain yang juga jadi pusat Vivid Sydney. Sama indahnya, sama spektakulernya.

Andai saya masih punya sisa beberapa malam lagi di Sydney.






Instagram : @williamkellye

Minggu, 03 Desember 2017

Jalan - Jalan di Putrajaya, Malaysia



Suatu ketika gue punya waktu 4 jam transit di KLIA. Basi banget kan kalau cuman nongkrong di bandara. Tapi naik bus ke KL Sentral 1 jam. PP 2 jam. Belum lagi keluar masuk imigrasi dan transportasi selama di KL. 4 jam itu waktu yang terlalu mepet. Bisa2 gue ketinggalan pesawat. Ada sih alternatif lain naik KLIA Express. Tapi langsung gue coret karena tiketnya seharga Airasia Free Seat gue CGK-KUL PP.
.
Gak habis akal, untungnya ada destinasi lain yang berjarak sepelemparan batu dari KLIA. Putrajaya namanya. Tinggal naik KLIA train, turun di Putrajaya. 20 menit sampe. Dari situ tinggal naik taksi ke pusat kotanya. Jangan naik bus karena enggak jelas jadwalnya. Mending naik taksi. Toh jaraknya dekat jadi enggak mahal2 ongkosnya.


Sampai di Putrajaya, langsung jalan-jalan di Putra Mosque, Prime Minister Office, Putrajaya Bridge, dan botanical garden. Tempat ini sesuai dengan bayangan gue: besar, terawat, dan bersih. Yang pasti, jalan jalan di Putrajaya jauh lebih seru daripada cuman diem di Bandara. Ya kan? Ya kan?

 

Senin, 27 November 2017

Tips Jalan-Jalan Murah di Luang Prabang



Traveling enggak harus selalu mahal. Kita bisa juga kok traveling hemat dan smart seperti apa yang gue lakukan di Luang Prabang Bulan Oktober kemarin. Begini tips dan trick-nya.

1. Beli tiket promo jauh2 hari
Kalau beruntung kadang ada tiket murah pas deket2 tanggal keberangkatan. Kuncinya rajin dan tekun mencari. Kalau perlu ikutan jadi member di Grup Pencari Tiket Murah yang ramai di social media. Biar gampang dapat informasi. Hasilnya, gue dapat tiket Free Seat Airasia Jakarta - Laos (PP) kurang dari 1 jt.


2. The more, the merrier
Solo traveling memang nikmat, tapi traveling rame2 lebih hemat. Gue jadi gampang tawar menawar karena beli dalam jumlah banyak, bisa patungan menginap di villa cantik tepi gunung, dan bisa patungan tuk2 ke Kuang Si Waterfall yang terkenal. Bonus lainnya dari traveling model begini, gue jadi punya fotografer pribadi dan temen nge-gosip.


3. Cycling with the view
Luang Prabang masuk dalam situs warisan budaya Unesco World Heritage Site. Dan cara terbaik menikmati kotanya adalah dengan bersepeda. Cuman perlu bayar 20rb kip kita sudah bisa sepedaan seharian. Murah, hemat, serta menyehatkan. Bebas polusi lagi.


4. Piknik di Sungai Mekong
Makan di resto café pinggir Sungai Mekong cukup menguras kantong. Paling tidak sekali makan habis 60-70 rb Kip. Belum termasuk minum. Cara hematnya, beli makanan di warung pinggir jalan, minta di bungkus, lalu makan di pinggir taman umum pinggir Sungai Mekong. Sama-sama lunch with the view juga judulnya. Cuman yang ini dengan budget seperempatnya.

 

5. Shop till you drop di Luang Prabang Night Market
Gue bukan orang yang doyan shopping. Tapi kalau ada barang bagus dan murah, tentu gue tidak bisa menahan godaan untuk tidak membelanjakan sejumlah kip dan menukarnya dengan kopi Laos yang nikmat, kerajinan kayu tradisional, dan beberapa oleh-oleh standar lainnya seperti gantungan kunci, magnet kulkas, dan baju Laos. Semuanya dapat ditawar dan murah-murah harganya. Duh makin cinta deh sama Luang Prabang.

 


Instagram : @williamkellye