Selasa, 20 Februari 2018

Nusa Penida: Surga di Atas, Surga di Bawah



Nama Nusa Penida memang masih terdengar asing bagi sebagian besar orang. Dikenal sebagai Bali’s Sister Islands, Nusa Penida bisa menjadi alternatif berlibur selama di Bali dengan tempat-tempat baru anti mainstream.


Akses menuju Nusa Penida tidaklah sulit. Fast Boat berangkat dari Sanur setiap hari dari pagi hingga sore, sementara rute sebaliknya ada di pagi dan sore hari dengan lama tempuh sekitar 45 menit. Bisa juga naik Kapal Roro dari Pelabuhan Padang Bai atau naik Kapal Rakyat dari Kusamba.

Bersama tim #dTravelerWithOPPOF5 , saya mendapat kesempatan untuk mengeksplor keindahan Nusa Penida selama 1 hari. Total ada 4 tempat yang kami datangi dengan tujuan pertama Broken Beach.

Broken Beach yang terletak di sisi barat pulau dapat dicapai sekitar 1 jam berkendara dari pelabuhan utama. Dinamakan Broken Beach karena di pantai ini terdapat tebing karang yang berlubang di bagian tengahnya, sehingga membentuk seperti terowongan raksasa di tengah laut. Oleh penduduk setempat, pantai ini disebut juga Pasih Uug yang dalam Bahasa Lokal berarti “Pantai yang Rusak”.

Selain menawarkan pemandangan ikonik berupa tebing karang berlubang, Broken Beach juga menawarkan pantai pasir putih yang masih asri dan alami. Namun sayangnya hingga kini belum ada akses jalan kesana sehingga kami hanya bisa selfie dan mengambil gambar dengan OPPO F5 dari atas.

 


Persis di sebelah Broken Bay, terdapat spot lain bernama Angel Billabong. Nama Billabong sendiri diambil dari Bahasa Aborigin yang berarti “Ujung Sungai yang Buntu”. Karena sejatinya Angel Billabong memang merupakan muara sungai yang ujungnya langsung menghadap lautan lepas.

Tidak usah ditanya betapa indahnya tempat ini karena Angel Billabong benar-benar spektakuler. Inilah yang disebut breathtaking view. Melihat pemandangan yang saking indahnya, hati jadi tercekat dan sulit bernapas.

Moment ini lalu kami gunakan untuk berselfie ria menggunakan 20 MP Beauty Front Camera OPPO F5, yang memberikan output paling natural dan menakjubkan.


Dari Angel Billabong kami kemudian beralih menuju Pantai Kelingking. Pantai ini juga memiliki view point ikonik berupa perbukitan hijau yang mirip jari kelingking. Ada juga yang bilang mirip dinosaurus T-Rex.

Untuk turun ke pantainya memang butuh usaha ekstra. Jalanannya sempit disertai banyak tanjakan dan turunan curam.Tapi usaha itulangsung terbayar saat menyaksikan keindahan Pantai Kelingking yang belum banyak terjamah. Pantas saja banyak orang yang menyebut Pantai Kelingking sebagai salah satu pantaiterindah di Indonesia.


Dari Pantai Kelingking kami kemudian melanjutkan perjalanan menuju destinasi terakhir, yaitu Pantai Crystal Bay. Hanya dengan berenang sedikit dari bibir pantainya, kami sudah bisa melihat hamparan terumbu karang cantik bewarna-warni. Ikannya banyak, beragam jenisnya, dan ramai seperti di pasar.

Untung saja kami sudah membawa water case untuk OPPO F5, sehingga bisa mengabadikan keindahan bawah laut Chrystal Bay menggunakan 16 MP kamera belakang OPPO F5.




Kalau berkunjung ke Chrystal Bay pada Bulan Juli hingga Oktober, besar kemungkinan dapat berjumpa dengan ikan Mola-Mola, si ikan purba. Pada bulan-bulan tersebut ikan Mola-Mola akan naik dari laut dalam ke perairan dangkal di sekitaran Chrystal Bay untuk membersihkan diri.Dan tentu saja peristiwa ini mengundang para penyelam dari seluruh dunia untuk berbondong-bondong datang ke Nusa Penida.

Sehari di Nusa Penida memang terasa sangat singkat. Namun perjalanan bersama tim #dTravelerWithOPPOF5 langsung membuat saya jatuh cinta dengan bentang alam Nusa Penida. Tidak hanya daratannya yang eksotis, tapi keindahan bawah lautnya juga luar biasa indah. Tidak heran jika Nusa Penida dijuluki “Surga di Atas, Surga di Bawah”.

Instagram : @williamkellye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar