Jumat, 29 Maret 2019

Serba-Serbi Taipei, Taiwan

10 bulan sebelumnya, saya sudah mengantongi tiket Jakarta - Kuala Lumpur seharga 271rb (promo free seat) untuk keberangkatan akhir Maret 2018. Rencananya saya ingin  menghabiskan awal musim semi sekaligus menikmati festival bunga sakura di Korea atau Jepang. Jadi saya tinggal menunggu tiket promo rute Kuala Lumpur - Seoul/Tokyo karena pada saat promo free seat berlangsung, harga tiket Kuala Lumpur - Seoul/Tokyo belum masuk di budget. Tunggu punya tunggu, tiket tujuan Seoul/Tokyo tidak kunjung turun harganya. Malah tiket Kuala Lumpur - Taipei yang tiba-tiba di diskon.
.
Sebetulnya tidak ada alasan spesifik untuk jalan-jalan ke Taipei, Taiwan. Tapi selama ada tiket promo, sisa jatah cuti, dan merupakan destinasi baru, kesanalah kaki ini melangkah. Bonusnya saya masih dapat bunga sakura bermekaran di sekitaran Tianyuan Temple sekalipun sudah memasuki akhir musim.
.
.
1. Nama resmi Taiwan adalah Republic of China (ROC). Sedangkan Cina daratan adalah People Republic of China (PRC). Taiwan tidak sama dengan Cina daratan.
.
2. Ibukota Taiwan adalah Taipei. Sementara Cina daratan Beijing
.
3. Mata uang Taiwan adalah New Taiwan Dolar (NTD). 1 NTD = 461
.
4. Tidak ada kedutaan besar Taiwan di Indonesia karena belum ada hubungan diplomatik. Yang ada kantor dagang dan ekonomi Taiwan bernama Taipei Economic and Trade Office / TETO di Jakarta dan Surabaya.
.
5. Taiwan termasuk dalam negara kepulauan dengan Pulau Formosa sebagai pulau utamanya. Taiwan bagian utara beriklim sub tropis sedangkan bagian selatannya beriklim tropis. Salju jarang turun di Taiwan kecuali di daerah pegunungan.
.
.
6. Orang Indonesia perlu visa untuk masuk ke Taiwan. Namun jika memiliki visa Schengen, Amerika, Australia, Kanada, Jepang, Korea Selatan, dan New Zealand yang masih aktif, kita bisa mengurus travel authorization (semacam visa) secara online dan gratis.
.
7. Sekalipun nenek moyang orang Taiwan berasal dari Cina daratan, secara perilaku orang Taiwan lebih mirip orang Jepang. Mereka ramah dan murah senyum.
.
8. Free wifi di seluruh MRT station. Koneksinya stabil dan kencang. Tinggal 1x klik langsung connect. Tidak perlu membeli sim card local atau sewa wifi portable.
.
9. Wajib membeli Easy Card. Kartu serbaguna untuk pembayaran transportasi seperti bus dan kereta bawah tanah di kota Taipei. Praktis, tinggal tap. Bisa dibeli di convenience store seperti 7/11
.
10. Dari Taoyuan menuju Taipei Main Station (pusat kota) bisa menggunakan MRT. Harga tiketnya NTD 160 dengan lama tempuh 35 menit. Murah dan efisien.
.
.
11. Toilet umum di Taiwan bersih. Tidak seperti toilet di Cina daratan yang "kurang terawat".
.
12. Kalau Tokyo punya Shibuya dan Seoul punya Myeongdong, maka Taipei punya Ximending. Daerah pusat perbelanjaan, restoran, toko-toko branded, semuanya tumplek blek jadi satu. Segalanya ada.
.
13. Taipei identik dengan pasar malamnya (night street market). Dengan deretan panjang kios-kios kecil menjual beragam jenis local food. Surga kuliner! 4 street market paling terkenal yang WAJIB dikunjungi: Shilin Night Market, Raohe Night Market, Shi-Da Night Market, dan Ningxia Night Market.
.
14. Makanan paling populer di night market adalah oyster omelet, bubble tea, fried buns, dan tentu saja stinky tofu. Dalam satu night market dapat dijumpai beberapa kios menjual jenis makanan yang sama. Pilihlah kios dengan antrian terpanjang. Dijamin makanannya makyus.
.
15. Taipei 101 merupakan bangunan paling ikonik di Taipei. Dulunya sempat menjadi gedung tertinggi di dunia sebelum rekornya dikalahkan oleh Burj Khalifa di Dubai. Taipei 101 yang setinggi 508 meter ini bisa dilihat hampir dari segala penjuru kota Taipei. Tapi tempat terbaik untuk menikmainya adalah dari Elephant Mountain.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
For more traveling stories you can visit my instagram @williamkellye

Jumat, 22 Maret 2019

Tips Hemat di Sydney, Australia

Setelah berkunjung ke lebih dari 30 negara, saya berpendapat kalau negara Eropa Barat, Amerika, dan Australia adalah negara-negara dengan biaya hidup termahal yang pernah saya datangi. Makanan, akomodasi, transportasi, semuanya serba mahal. Apalagi kurs rupiah yang tidak kuat-kuat amat. Kalau tidak disiasati bisa bangkrut dalam sekejap!
.
Untuk itu dalam postingan kali ini saya ingin berbagi beberapa tips hemat selama liburan di Sydney, Australia. Salah satu kota paling mahal di dunia. Karena percayalah, dolar kalian akan gampang sekali menguap di Australia jika tidak jeli dan selektif dalam membelanjakannya.
.
.
1. Tukar rupiah ke dolar Australia saat di Indonesia
Jangan sekali-kali menukarkan rupiah ke dolar Australia di negara kanguru. Sudah kurs rupiah tidak terlalu kuat, makin dikebiri kursnya karena tidak laku. Paling baik memang menukarkan rupiah di money changer di Indonesia atau mall-mall besar ibukota. Kurs sesuai harga pasar, tidak ada komisi, dan bisa di nego untuk penukaran jumlah besar.
.
Beberapa orang juga memiliki kebiasaan membawa dolar Amerika untuk ditukarkan di negara tujuan. Secara dolar Amerika stabil jadi kursnya tidak banyak berubah. Saya pribadi pernah iseng-iseng menukarkan dolar Amerika ke dolar Australia saat berada di Sydney Airport. Kursnya memang lumayan, tapi saya rugi karena dipotong komisi!
.
Alternatif lainnya, ambil uang via atm. Tapi cara ini tetap rugi karena setiap penarikan harus dipotong biaya administrasi dan kurs yang terkadang merugikan. Nah tetap saja kan cara klasik tukar uang di money changer tetap lebih hemat! Asal jangan berlebihan karena nanti bisa rugi saat ditukar balik ke rupiah.
.
.
2. Jangan naik kereta bandara, naiklah bus dan metro
Bandara Sydney hanya berjarak 20 menit dari pusat kota. Tapi harga tiketnya bisa AUD 18 karena mesti bayar pajak bandara AUD 14. Supaya hemat naiklah bus 400 turun di Mascot Station. Cuman perlu bayar AUD 3. Lalu lanjut naik metro menuju downtown/akomodasi. Dengan cara ini kita bisa hemat sampai AUD 12.
.
3. Bawa botol minum, isi ulang dengan tap water
Saya sempat shock saat membeli air kemasan 600ml di minimarket pinggir jalan. Karena tidak ada label harganya saya berasumsi paling mahal juga 3 dolar. Ternyata saya salah. Harganya 5 dolar something. Ebuset, air minum kemasan kok harganya lebih mahal daripada burger McD. Sejak saat itu saya kemana-mana selalu membawa botol minum dan mencari tap water untuk isi ulang.
.
4. Cari hostel yang menyediakan sarapan
Kalau sedang solo traveling, paling murah memang menginap di hostel. Tapi menginap di hostel paling murah tidak selalu menjadi solusi. Terkadang hostel murah tidak mencover free breakfast. Carilah hostel yang sudah termasuk sarapan pagi sekalipun 2-3 dolar lebih mahal. Karena kita bisa hemat waktu, hemat uang, tidak ribet membeli/menyiapkan sarapan, dan bakal kuat jalan seharian.
.
5. Tunda lapar
Sekali makan di Sydney bisa bekisar 5-10 dolar. Itupun biasanya junk food. Sekali dua kali masih oke makan burger-burgeran dan kentang goreng. Tapi lama-lama perut Indonesia ini minta nasi. Saya pun menemukan cara praktisnya tanpa harus ribet masak-memasak. Yaitu dengan membeli lunch box di atas jam 3 sore. Karena pada jam-jam tersebut banyak lunch box di diskon 30-50%. Favorit saya sudah pasti salmon sushi set. Enak dan mengenyangkan. Biasanya saya beli 2 lunch box sekaligus. 1 untuk makan siang, 1 untuk makan malam. Tenang saja, tidak selapar itu kok menunggunya. Karena Sydney 4 jam lebih cepat dari Jakarta. Jadi saat di Sydney pukul 4 sore, di Jakarta baru pukul 12 siang. Saat yang pas untuk makan siang.
.
6. Maksimalkan hari Minggu
Setiap hari Minggu, transportasi publik menerapkan tarif USD 2.7 untuk pemakaian tidak terbatas naik bus, kereta, trem, dan ferry, menggunakan OPAL card. Maka dari itu maksimalkan keuntungan ini untuk mengunjungi tempat yang jauh-jauh seperti ke Blue Mountains atau ke Morrisett Park. Karena lumayan (mahal) banget harga tiket keretanya jika dibeli di hari normal.
.
.
7. Kunjungi objek wisata gratisan
Meski Sydney kota mahal tapi ternyata ada banyak objek wisatanya yang FREE. Siapa sih yang tidak suka gratisan? Dimulai dari museum, ada beberapa museum keren yang tidak menarik biaya masuk seperti White Rabbit Gallery, Manly Art Museum, dan the Rock Discovery Museum. Jalan-jalan di Sydney Opera House, Sydney Botanical Garden, dan Sydney Harbour Bridge juga gratis. Sore harinya menonton sunset spektakuler dari Mrs Macquaries Chair lalu dilanjut nonton kembang api di Darling Harbour lagi-lagi gratis.
.
.
8. Ikutan Sydney free walking tour
Cara termudah untuk mempelajari sejarah Sydney dan lebih mengenal kotanya adalah dengan ikutan Sydney free walking tour. Walaupun tulisannya free tapi etikanya kita memberi sumbangan sukarela berdasarkan service dan pengalaman yang didapat. Tur ini diadakan 3x sehari. Pukul 10.30 dan 14.30 dengan meeting point di Town Hall. Durasinya 2.5-3 jam. Sementara pukul 18.00 meeting point-nya di Cadman Cottage (daerah the Rock) dengan durasi 1.5 jam. Untuk registrasi silahkan mendaftar online via www.imfree.com.au
.
.
9. Hindari bepergian saat peak hours
Metro di Syney ternyata menerapkan tarif berbeda pada jam sibuk saat weekdays. Biasanya 20-30% lebih mahal dari tarif normal. Oleh sebab itu hindari bepergian saat peak hours. Bangun lebih pagi, beraktivitas lebih awal. Kecuali hari Minggu.
.
.
.
.
.
For more travel stories, you can visit my Instagram @williamkellye