Jumat, 27 Maret 2020

TRAVELING TIPS SAAT CORONA OUTBREAK

Pada akhir tahun 2019, dunia dihebohkan oleh kemunculan virus baru di Wuhan, China, dengan gejala mirip pneumonia. Virus Corona namanya. Konon katanya virus ini asal mulanya dari Kelelawar yang kemudian bermutasi sedemikian rupa sehingga akhirnya bisa menginfeksi manusia.


Fatality rate-nya memang lebih rendah dibandingkan SARS dan MERS namun penyebarannya pada manusia jauh lebih mudah. Apalagi masa inkubasinya yang terbilang lama, dari 2 hingga 14 hari. Dalam hitungan minggu sudah ribuan orang terinfeksi.

Untuk mengantisipasi penyebarannya agar tidak kian meluas maka Pemerintah China mengambil langkah "ekstrem" dengan me-"lock down" kota Wuhan dan beberapa kota lain di Propinsi Hubei. Artinya tidak boleh ada aktivitas apa pun di luar ruang, tidak ada toko yang buka (kecuali groceries, farmacies), dan tidak boleh ada arus transportasi masuk/keluar dari kota Wuhan. 

Sayangnya virus Corona sudah terlanjur di seluruh dunia. Per tanggal 28 Maret tercatat 199 negara telah terinfeksi virus ini dengan total 596,723 kasus. Amerika Serikat di urutan pertama dengan 104,142 kasus (1,695 death). Lalu Italia (86,498 kasus, 9,134 death), China (81,394 kasus, 3,295 death), Spanyol (65,719 kasus, 5,138 death), dan Jerman (50,871 kasus, 351 death) di 5 besar. Di Indonesia sendiri tercatat 1,046 kasus (87 death). Sungguh suatu wabah yang mengerikan.

Dampaknya hampir seluruh industri terpengaruh situasi force majeur ini. Tidak terkecuali industri penerbangan dan pariwisata yang benar-benar terpukul. Banyak orang yang menunda liburannya, menunda meetingnya, dan menunda untuk bepergian karena virus Corona. Bahkan tidak sedikit yang mengcancelnya.

Saya pun demikian. Harusnya bulan January saya ke Singapura, Februari ke Filipina, dan Maret ke Korea, semua saya cancel. Saat-saat seperti ini memang lebih baik #dirumahaja. Untungnya tiket pesawatnya bisa saya refund semua walaupun hanya kembali 70% saja. Lumayanlah jadi tidak rugi-rugi amat. Untuk akomodasi dan transportasi di kota tujuan, belum ada yang sempat saya booking. Jadi tidak perlu ribet-ribet refund.

Nah, jika TERPAKSA suatu saat HARUS traveling di tengah merebaknya virus Corona dimana-mana, berikut ini beberapa tips yang kiranya bisa membantu:

1. Bawa Alkohol 70%
Kemudian masukkan ke dalam botol spray/botol bekas parfum. Semprotkan ke benda sekitar atau benda yang akan kita sentuh seperti kursi pesawat, tempat duduk, dan gagang pintu. Kalau perlu ke badan kita sekalian seperti lagi pakai parfum.

Semprotan alkohol 70% buatan kita ini bisa berfungsi layaknya disinfektan. Murah lagi harganya. 1 botol kecil cuman IDR 7,000. Pastikan beli yang alkohol 70% karena virus Corona hanya akan mati jika kena alkohol >60%. Jangan dioplos/dicampur dengan air karena konsentrasinya bisa turun dan jadi useless

2. Bawa Hand Sanitizer
Kecil, handy, tapi powerfull bisa membunuh kuman dan bakteri. Selalu sediakan hand sanitizer di dalam tas. Dipakai sebelum makan kalau tidak ada tempat cuci tangan atau setelah naik bus/kereta/angkutan umum. 

3. Rutin Cuci Tangan
Tangan kita merupakan sumber penyakit maka penting membuatnya tetap bersih setiap waktu. Kalau kebetulan ketemu toilet/sumber air mengalir, jangan sia-siakan kesempatan tersebut untuk cuci tangan dengan sabun dan sekalian cuci muka biar tetap fresh

4. Wudhu
Bisa dibilang wudhu adalah "mandi kecil". Karena setiap kali wudhu, kita membasuh hampir seluruh anggota tubuh kita mulai dari wajah, tangan, telinga, kepala, dan kaki. Dengan rutin wudhu sebelum melakukan solat 5 waktu, secara tidak langsung kita menjaga kebersihan diri kita.

5. Mandi 2x Sehari
Jangan lupa untuk tetap mandi 2x sehari saat traveling. Saat baru tiba di hotel, jangan langsung tiduran di kasur. Harus disiplin mandi dulu sebelum beristirahat. Baju bekas naik pesawat kalau bisa jangan dipakai lagi atau langsung dicuci.


6. Pakai Masker
Karena virus Corona menyerang sistem pernapasan kita, penting untuk melindungi hidung dan mulut kita dengan masker. Di dalam pesawat, di boarding room, di dalam angkutan umum, di ruang publik, sebaiknya kita selalu memakai masker. Pastikan kita memakai dan memegang masker dengan benar. Jangan pegang bagian depannya tapi selalu dari samping.

7. Tidur Cukup dan Minum Vitamin
Selalu jaga daya tahan tubuh saat traveling. Jangan begadang, jangan dugem, jangan telat makan, dan istirahat yang cukup. Jangan lupa banyak air minum putih juga. Kalau dirasa perlu, bisa minum suplemen vitamin C, minum madu, dan sedia tolak angin, 

8. Berjemur 15 Menit
Sempatkan untuk berjemur paling tidak 15 menit dalam sehari saat traveling. Jangan berjemur pukul 6-9 pagi karena sinar ultraviolet di pagi hari gelombangnya panjang dan tidak baik. Bisa memicu kanker dan bikin keriput. Paling baik berjemur antara jam 10-11 pagi karena sinar ultraviolet-nya pendek dan baik untuk kesehatan. Dapat meningkatkan imunitas serta mencegah kanker.

Akhir kata, selalu review kembali rencana traveling kalian. Jika tidak perlu-perlu banget lebih baik ditunda terlebih dahulu. Lebih baik mencegah, dibandingkan mengobati kan!

Be safe and safety first!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JALAN - JALAN DI SEOUL KOREA - PART 1

Kalau ditanya pilih Jepang atau Korea, saya pilih Jepang. Tapi kalau ditanya pilih Tokyo atau Seoul, jelas saya pilih Seoul! Saya bukan...