Tampilkan postingan dengan label Italy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Italy. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Oktober 2016

Jalan - Jalan di Roma, Italia

Roma menjadi kota penutup dalam perjalanan Euro Trip kali ini. Disebut-sebut sebagai kota abadi, Roma dibangun sejak 753 BC dan menjadi pusat dari Roman Kingdom (753-509 BC), Roman Republic (509-27 BC), dan Roman Empire (27 BC-285 AD), sebelum menjadi ibukota Italia di tahun 1946.

Tidak ada Euro Trip yang komplit tanpa kunjungan ke Roma, Italia. Dengan nuansa arsitektur Romawi yang kental, kemana pun kaki melangkah kita seakan berjalan di masa lampau saat kejayaan bangsa Romawi kuno berlangsung. 3 hari 2 malam rasanya sudah lebih dari cukup untuk berjalan-jalan di Roma mengingat kotanya tidak besar-besar amat dan banyak objek wisatanya berdekatan jadi cukup jalan kaki kemana-mana.

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA

FLORENCE KE ROMA


Dari Florence saya kembali naik kereta cepat Le Frecce seharga EUR 19. Jarak 273 km antara Florence dan Roma dapat ditempuh hanya dengan 1.5 jam saja. Keretanya nyaman, bersih, dan on time. Sekalipun melaju dengan kencang tapi guncangannya sama sekali tidak terasa jadi saya bisa tidur nyenyak selama perjalanan.

Setiap kali akan naik kereta di Italia pastikan untuk datang 15-20 menit lebih awal. Di setiap stasiun pasti ada layar monitor besar yang menampilkan nomor kereta, jam kedatangan, dan nomor peronnya. Jadi selama kita pantau terus layar monitor besar tersebut harusnya aman-aman saja dan tidak akan ketinggalan kereta. Pengecekan tiket akan dilakukan beberapa saat setelah kereta jalan meninggalkan stasiun.

AKOMODASI DI ROMA


Demi kepraktisan dan efisiensi saya memilih akomodasi dekat Stasiun Termini. Sayangnya tidak semua area di sekitara Termini merupakan daerah aman. Ada beberapa sudut yang rawan tindak kriminal. Makanya saya betul-betul membaca review tiap penginapan di area Termini sebelum akhirnya memilih Hotel Albergo Marechiaro seharga IDR 1,400,000 per malam yang berjarak 300 m dari Terminal Termini.

Selain berlokasi strategis, hotel ini dikelilingi banyak restoran India halal dengan menu yang cocok di lidah orang Indonesia. Favorit saya lamb muton plus nasi hangat yang kalau dimakan bersama enak banget. Hampir setiap hari saya langganan makan disana karena bosan dengan sandwich dan burger.



DAY 13
COLOSSEUM


Setiap musim panas matahari terbit lebih awal dan terbenam larut. Selama trip di Eropa kali ini rata-rata hari mulai gelap sekitar pukul 9-10 malam. Sementara saat itu saya lagi doyan-doyannya foto-foto long exposure. Alhasil saya sering begadang demi bisa foto-foto night mode termasuk saat di Roma.

Kebetulan saya tiba di Roma sore hari Florence sehingga tidak perlu menunggu gelap terlalu lama. Dari Termini saya cukup naik metro line B turun di stasiun Colosseo. Begitu keluar stasiun akan langsung disambut bangunan megah Colosseum yang telah berusia hampir 2,000 tahun. Malam itu saya memang tidak berencana masuk ke dalam Colosseum karena besok akan kesana lagi. Jadi hanya foto-foto di pelatarannya saja. Asiknya tidak ada turis berkeliaran malam itu sehingga Colosseum-nya berasa milik pribadi.



DAY 14
VATICAN


Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap dan bergegas menuju Vatican demi menghindari keramaian turis di siang hari. Vatican termasuk ke dalam negara terkecil di dunia dengan luas 44 hektar dan dipimpin oleh seorang Paus. Ada 3 tempat yang wajib dikunjungi selama berada di Vatican, yaitu St. Peter's Basilica, Sistine Chapel, dan Vatican Museums.

St. Peter's Basilica yang bergaya Renaissance merupakan gereja terbesar di dunia. Sementara Vatican Museums menyimpan 70,000 karya seni termasuk beberapa lukisan masterpiece dari abad pertengahan, jaman Renaissance, juga beberapa patung dari jaman Romawi kuno. Terakhir Sistine Chapel adalah tempat tinggal official dari Paus dengan langit-langit yang dilukis oleh Michelangelo. Siapkan saja waktu setengah hari untuk dapat mengunjungi ketiganya.






CASTEL SANT'ANGELO


Dari Vatican rencananya saya akan lanjut ke Colosseum. Tapi sebelumnya mampir sebentar ke Castel Sant' Angelo karena searah. Castel Sant’Angelo atau Castel of the Holy Angel yang dibangun pada 123-139 AD merupakan mausoleum Kaisar Hadrian dan keluarganya sebelum beralih fungsi menjadi benteng dan kastil. Dulunya bangunan ini pernah menjadi bangunan tertinggi di Roma. Untuk masuk ke dalamnya kita mesti membayar EUR 10.5


COLLOSEUM


Setelah kemarin hanya foto-foto di halaman depan Colosseum, kali ini saya masuk ke dalamnya. Antrian masuknya lumayan panjang mengular namun petugasnya gesit melayani jadi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk masuk.

Tiba di dalam Colosseum saya langsung terpukau akan kemegahan bangunannya. Dibangun antara 70-80 AD, Colosseum dulunya dipakai sebagai arena gladiator bertanding atau eksekusi bagi orang yang melanggar hukum dan bisa menampung hingga 80,000 orang di masanya.




ROMAN FORUM


Persis di sebelah Colosseum terdapat bangunan Romawi penting lainnya. Roman Forum namanya. Dulunya tempat ini merupakan pusat pemerintahan, politik, dan keagamaan saat jaman Romawi kuno. Beberapa reruntuhan masih tampak jelas menggambarkan fungsinya di masa lampau seperti bangunan senat, pengadilan, kompleks kediaman aristokrat, dan tempat ibadah. Lokasinya benar-benar luas dengan medan berbukit-bukit sehingga membuat kaki saya jadi pegal.





FONTANA DI TREVI


Dari Roman Forum saya lalu mengunjungi Trevi Fountain, air mancur paling populer di Roma dengan tinggi 26 m dan lebar 49 m, dibangun tahun 1762. Konon katanya barangsiapa yang melempar koin ke dalam Trevi Fountain, suatu saat dia akan kembali lagi ke Roma.




DAY 15
LAST DAY IN EUROPE


Akhirnya tiba juga hari terakhir dalam rangkaian Euro Trip kali ini. Tidak banyak yang dilakukan hari ini selain jalan-jalan di sekitaran Piazza Spagna yang terkenal dengan Spanish Step-nya dalam film Roman Holiday yang dibintangi oleh Audrey Hepburn. Lalu ke  gereja kembar di Piazza del Popolo sebelum kembali ke Terminal Termini dan naik bus seharga EUR 6 menuju Fiumicino Airport untuk bertolak ke Jakarta, Indonesia. Dan Euro Trip 2016 resmi ditutup.

PIAZZA SPAGNA



PIAZZA DEL POPOLO



Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens

- THE END -


Senin, 12 September 2016

Jalan - Jalan di Eropa (Intro)

Saat bumi gonjang-ganjing dilanda tiket promo ke Eropa seharga 6 jutaan oleh 2 maskapai full services timur tengah: Qatar dan Etihad, di bulan November 2015, seketika itu saya langsung menghubungi beberapa teman untuk merencanakan Euro Trip di musim panas tahun 2016. Sayangnya teman-teman saya terlalu banyak mikir untuk sekedar membeli "tiket pesawat miring" ke Eropa. Daripada menunggu suatu hal yang tidak pasti, akhirnya saya mengajak ibu saya untuk melakukan Euro Trip bersama di Bulan Juni 2016. Hitung-hitung sekalian “mamacation” yakan?

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA


TIKET PESAWAT & VISA


Tiket Etihad tujuan Kuala Lumpur - Amsterdam dan Rome - Jakarta seharga 6.3 juta sudah berhasil didapatkan di tangan. Berangkat tanggal 15 Juni, pulang tanggal 29 Juni. Total perjalanan 15 hari. Saya pilih masuk lewat Amsterdam karena konon katanya orang Indonesia paling mudah mendapatkan visa Schengen dari Belanda. Pengurusan visanya juga dilakukan di Kedutaan Besar Belanda tanpa ada campur tangan pihak ketiga (VFS) sehingga biaya pembuatan visanya jadi lebih murah. Saya mengurus visa Schengen 1 bulan sebelum berangkat dan dalam 5 hari, visa granted!

(Note: sejak Juni 2016 Kedutaan Belanda sudah tidak lagi melayani pengajuan pembuatan visa Schengen. Jika ingin mengajukan pembuatan visa Schengen dari Negara Belanda maka harus melalui VFS)


RUTE PERJALANAN


Saat pertama kali ke Eropa sudah pasti bawaannya ingin mengunjungi semua kota-kota populer di benua biru seperti London, Paris, Barcelona, Rome, Madrid, Swiss, Berlin, dan Santorini. Sayangnya tidak semua kota tersebut letaknya berdekatan. Bahkan untuk ke London saja diperlukan visa UK sebagai visa tambahan.

Lalu mau kemana saja selama berada di Eropa? Apakah ingin mengambil rute mainstream Eropa Barat, rute eksotis Eropa Timur, rute mediterranean Eropa Selatan, atau gabungan ketiganya. Disini pertimbangan budget dan preferensi masing-masing orang menjadi penentu utama rute perjalanan. Untungnya ibu saya mempercayakan sepenuhnya rute perjalanan kepada saya. Jadi saya menyusun itinerary betul-betul berdasarkan tempat-tempat yang saya mau dan suka.

Eropa Barat bukanlah destinasi yang murah bagi penduduk negara dunia ketiga. Tapi disitulah kota-kota paling populer seperti Paris, Amsterdam, Barcelona, dan Brussels berada. Sebaliknya negara di Eropa Timur cenderung lebih ramah di kantong backpacker dengan kota-kota anti-mainstream seperti Budapest, Prague, Warsaw, dan Bratislava. Sementara Eropa Selatan berada di tengah-tengah, tidak terlalu mahal, tidak juga terlalu murah, dan orang-orangnya paling ramah dan murah senyum.

Setelah melakukan riset yang tidak sebentar akhirnya diputuskan untuk mengambil rute gabungan antara Eropa Barat dan Eropa Selatan. Pertimbangannya karena sudah jauh-jauh ke Eropa jadi tanggung banget kalau tidak sekalian mampir ke Amsterdam dan Paris. Supaya tetap "on budget" maka jangan berlama-lama di Eropa Barat. Cukup 6 hari, 2 hari di Amsterdam dan 4 hari di Paris. Setelah dari Paris harus buru-buru pindah ke Yunani yang saat itu sedang krisis jadi apa-apanya serba murah. Kemudian lanjut traveling keliling Italia mulai dari Firenze, Pisa, Cinque Terre, dan Rome sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.


TRANSPORTASI ANTAR NEGARA


Setelah dihitung-hitung ternyata tidak sedikit biaya yang mesti dikeluarkan untuk transportasi berpindah negara di Eropa. Walaupun ada Eurorail Global Pass tapi tetap saja jatuhnya tidak lebih murah karena bertepatan dengan peak season saat harga-harga terkerek naik. Saya pun juga sudah tidak lagi berumur di bawah 26 tahun jadi tidak bisa mendapatkan ekstra diskon Eurorail Pass.

Opsi bus mulai dilirik sebagai alternatif mengingat harganya yang stabil dan affordable walaupun cukup menyita waktu. Sementara tiket pesawat lebih “untung-untungan”. Kalau lagi beruntung masih bisa mendapatkan tiket pesawat dengan harga miring sekalipun saat peak season.

Berikut detail transportasi antar negaranya:

  • Jakarta to Kuala Lumpur by Airasia
  • Kuala Lumpur to Amsterdam by Etihad (IDR 6.3 Juta PP)
  • Amsterdam to Paris by Megabus (EUR 12.25)
  • Paris to Santorini by Aegean Airlines (EUR 240)
  • Santorini to Athens by Blue Star Ferry (EUR 41.5)
  • Athens to Rome by Ryan Air (EUR 46)
  • Rome to Firenze by Treintalia (EUR 19)
  • Firenze to Pisa by Trenitalia (EUR 8.4)
  • Pisa to Cinque Terre by Trenitalia (10.7)
  • Cinque Terre to Firenze by Trenitalia (EUR 16.7)
  • Firenze to Rome by Trenitalia (EUR 19)
  • Rome to Jakarta by Etihad

AKOMODASI


Perihal akomodasi paling murah memang jika menginap di hostel atau memanfaatkan coachsurfing. Namun karena kali ini saya bepergian dengan ibu saya maka faktor kenyamanan dan kepraktisan menjadi poin utama. Urusan harga menjadi nomor dua. Yang penting akomodasi yang dipesan berada di pusat kota, posisinya strategis, dekat halte/stasiun/terminal, berada di lingkungan yang aman, dan harganya tetap on budget.

Saat mencari akomodasi di Amsterdam dan Paris, sulit sekali mencari akomodasi yang sesuai kriteria saya. Banyak sih hotel yang bagus, lokasi premium, dekat mana-mana, tapi harganya selangit. Untungnya di Yunani dan Italia saya cukup mudah mencari hotel budget bagus di pusat kota dengan harga di bawah 1 juta.

Berikut ini list akomodasi yang saya pesan salama perjalanan di Eropa.
  • Day 1 - Day 3 : Easy Hotel Amsterdam
  • Day 3 - Day 6 : Hotel Charing Cross
  • Day 6 - Day 9 : Hotel Ptolemeos Pension
  • Day 9 - Day 11 : Argo Hotel Piraeus
  • Day 11 - Day 13 : Soggiorno Karaba
  • Day 13 - Day 15 : Albergo Marechiaro

ITINERARY


  • Day 0 : Jakarta to Kuala Lumpur by Airasia & Kuala Lumpur to Amsterdam by Etihad Airlines
  • Day 1 : Amsterdam (Museumplein, Rijkmuseum, Van Gogh Museum, Dam Square)
  • Day 2 : Amsterdam (Zaanse Schans, Volendam, Amsterdam Central, Bloemenmarkt, Albert Cuypstraat)
  • Day 3 : Amsterdam to Paris by Megabus
  • Day 4 : Paris (Chateu de Versailles, Eiffel Tower, Champs Elysees, Arc de Triomphe, Basilica Sacre Cour, Montmarte)
  • Day 5 : Paris (Musee du Louvre, Notre Dam, Opera, Gallery Lafayette, Pont Alexander III Bridge, Invalides, Musee D’Orsay)
  • Day 6 : Paris to Santorini by Aegean Airlines
  • Day 7 : Santorini (Fira, Oia)
  • Day 8 : Santorini (Fira, Firostefani)
  • Day 9 : Santorini (Fira, Perissa) / Santorini to Athens by Blue Star Ferries
  • Day 10 : Athens (Piraeus, Acropolis, Syntagma Square, Monastiraki, Flea Market, Temple of Zeus, Plaka, Anafiotika, Metro Mall) 
  • Day 11 : Athens to Rome by Ryan Air / Rome to Firenze by Trenitalia
  • Day 12 : Firenze to Pisa by Trenitalia / Pisa to Cinque Terre by Trenitalia / Cinque Terre to Firenze by Trenitalia
  • Day 13 : Firenze to Rome by Trenitalia
  • Day 14 : Rome (Vatican, Piazza di Spagna, Piazza del Popolo, Piazza di Trevi, Piazza Navona, Pantheon, Roman Forum, Colosseum)
  • Day 15 : Rome to Jakarta by Etihad Airlines

Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens





JALAN - JALAN DI SEOUL KOREA - PART 1

Kalau ditanya pilih Jepang atau Korea, saya pilih Jepang. Tapi kalau ditanya pilih Tokyo atau Seoul, jelas saya pilih Seoul! Saya bukan...