Jumat, 27 Maret 2020

JALAN-JALAN DI FILIPINA - PART 6 : CORON BEACH HOPPING

Hari keempat di Coron merupakan hari efektif terakhir saya di Filipina. Karena keesokan harinya saya akan seharian mengejar penerbangan Philippines Airlines dari Busuanga (Coron) ke Cebu, disambung penerbangan Airasia dari Cebu ke Kuala Lumpur, lalu terakhir penerbangan Airasia dari Kuala Lumpur ke Jakarta.

Di hari keempat ini agenda saya untuk ikutan paket beach hopping di Coron. Paket beach hopping ini berbeda dengan 2 paket island hopping yang sudah saya ikuti kemarin. Karena paket beach hopping ini isinya hanya mengunjungi pantai-pantai berpasir putih paling indah di Coron.


ITINERARY BEACH HOPPING


Seperti yang sudah-sudah, saya pesan paket tour beach hopping dari Dayon Hostel 1 hari sebelum keberangkatan. Harganya PHP 1,500 untuk mengunjungi 3 pantai paling terkenal di Coron:
  • Bulog Dos Sandy Bar
  • Pantai di Banana Island
  • Pantai di Malcapuya Island

Harga yang dibayarkan sudah termasuk boat transfer, sewa life jacket yang wajib dipakai selama di atas boat, makan siang, tiket masuk, snack sore, dan jasa pemandu. Total peserta dalam beach hopping tour kali ini ada sekitar 30 orang. Tampaknya paket tour keliling pantai ini populer sekali di kalangan orang Filipina karena 80 persen pesertanya turis lokal. Sisanya turis asal Amerika, 2 turis asal Jepang, dan saya sendiri dari Indonesia.


CORON BEACH HOPPING


Seperti biasa, saya di jemput dari Dayon Hostel pukul 8.30 lalu diantar menuju pelabuhan sembari menunggu peserta tur lainnya. Setelah lengkap, kami dipandu untuk naik kapal berukuran cukup besar dan memulai perjalanan hampir 2 jam menuju lokasi pantai yang pertama: Bulog Dos Sandy Bar. Lokasinya memang cukup jauh makanya perlu waktu tidak sebentar kesana. Untungnya saya bukan tipe orang yang gampang mabuk laut jadi 2 jam perjalanan saya habiskan dengan mengobrol dengan turis lokal asal Filipina, foto-foto pemandangan, atau sekedar menikmati bukit-bukit karst berlatarkan langit biru cerah.


BULOG DOS SANDY BAR


Tiba di Bulog Dos Sandy Bar, saya langsung terhipnotis oleh gradasi warna lautnya. Campuran antara laut biru muda perairan dangkal dengan biru tua laut dalam, dipadu bersama pantai berpasir putih. Pantai ini indah sekali, bebas sampah, dan langsung mengingatkan saya akan keindahan pantai di timur Indonesia. Bedanya, akses ke pantai di Coron mudah sekali karena banyak paket tur dengan "fixed price" yang melayani keberangkatan kesana setiap harinya.

Sedangkan di Indonesia, khususnya bagian timur, aksesnya masih tergolong sulit. Seringkali kita diharuskan untuk sewa kapal sendiri untuk island hopping. Tentu hal ini sangat memberatkan bagi mereka yang sedang solo traveling seperti saya, karena harus sibuk mencari barengan biar bisa patungan. Kalau tidak dapat barengan, terpaksa harus saya cancel island hopping-nya karena saya tidak mau keluar uang segitu banyak.

Belum lagi masalah informasi yang serba tidak jelas di banyak tempat wisata di Indonesia. Syukur-syukur jadi orang Indonesia, sehingga mudah tinggal tanya ke orang lokal. Kalau turis asing, sudah informasi wisatanya minim di internet, orang lokalnya pun susah diajak berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Sementara di Filipina, hampir semua orang bisa bahasa Inggris. Mulai dari tukang sapu, tukang kapal, pelayan resto, sampai orang-orang di pinggir jalan. Jadi tidak hanya terbatas pada orang-orang di industri pariwisata.

Informasi wisatanya juga banyak dan jelas di internet, ditulis dalam bahasa Inggris sehingga memudahkan bagi saya dalam membuat itinerary liburan di Filipina. Mau kemana, naik apa, harganya berapa, semuanya ada di internet. Tinggal di browsing. Jujur saja, travelling di Filipina buat saya sangat mudah dan nyaman sekali.






BANANA ISLAND


Dari Bulog Dos, perjalanan dilanjutkan menuju Banana Island. Disana sudah disiapkan makan siang di atas meja super panjang, di pinggir pantai berpasir putih. Kami duduk berhadap-hadapan 2 baris layaknya perjamuan makan malam. Menunya terdiri aneka seafood, ayam goreng, salad rumput laut, dan buah-buahan. Semuanya enak! 

Beres makan siang kami lalu diberi waktu bebas. Terserah mau ngapain. Bisa main volley, basket, berenang, main di pantai, atau tidur siang di atas hammock sambil ditemani angin sepoi-sepoi. Untung saya bawa buku bacaan. Jadi bisa baca novel sambil leyeh-leyeh di atas hammock.




MALCAPUYA ISLAND


Sore harinya, kami menuju Malcapuya Island untuk menonton sunset. Lagi-lagi acaranya bebas. Terserah mau berjemur, berenang, snorkeling, atau duduk-duduk di pondok sambil minum es kelapa. Sekalipun ini paket tur tapi itinerarynya sangat lenggang, tidak dikejar-kejar waktu harus ke banyak tujuan seperti tour travel pada umumnya. Jadi saya super enjoy. Pas sekali memasukkan paket tur ini di hari terakhir. Karena selesai tur, badan dan pikiran langsung jadi relaks. Penutup yang indah untuk liburan di Filipina kali ini.

Buti Nalang Calauit, See you again Coron!




- THE END -


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JALAN - JALAN DI SEOUL KOREA - PART 1

Kalau ditanya pilih Jepang atau Korea, saya pilih Jepang. Tapi kalau ditanya pilih Tokyo atau Seoul, jelas saya pilih Seoul! Saya bukan...