Tampilkan postingan dengan label Europe. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Europe. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Februari 2020

EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA

Roma menjadi kota penutup dalam perjalanan Euro Trip kali ini. Disebut-sebut sebagai kota abadi, Roma dibangun sejak 753 BC dan menjadi pusat dari Roman Kingdom (753-509 BC), Roman Republic (509-27 BC), dan Roman Empire (27 BC-285 AD), sebelum menjadi ibukota Italia di tahun 1946.

Tidak ada Euro Trip yang komplit tanpa kunjungan ke Roma, Italia. Dengan nuansa arsitektur Romawi yang kental, kemana pun kaki melangkah kita seakan berjalan di masa lampau saat kejayaan bangsa Romawi kuno berlangsung. 3 hari 2 malam rasanya sudah lebih dari cukup untuk berjalan-jalan di Roma mengingat kotanya tidak besar-besar amat dan banyak objek wisatanya berdekatan jadi cukup jalan kaki kemana-mana.

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA

FLORENCE KE ROMA


Dari Florence saya kembali naik kereta cepat Le Frecce seharga EUR 19. Jarak 273 km antara Florence dan Roma dapat ditempuh hanya dengan 1.5 jam saja. Keretanya nyaman, bersih, dan on time. Sekalipun melaju dengan kencang tapi guncangannya sama sekali tidak terasa jadi saya bisa tidur nyenyak selama perjalanan.

Setiap kali akan naik kereta di Italia pastikan untuk datang 15-20 menit lebih awal. Di setiap stasiun pasti ada layar monitor besar yang menampilkan nomor kereta, jam kedatangan, dan nomor peronnya. Jadi selama kita pantau terus layar monitor besar tersebut harusnya aman-aman saja dan tidak akan ketinggalan kereta. Pengecekan tiket akan dilakukan beberapa saat setelah kereta jalan meninggalkan stasiun.

AKOMODASI DI ROMA


Demi kepraktisan dan efisiensi saya memilih akomodasi dekat Stasiun Termini. Sayangnya tidak semua area di sekitara Termini merupakan daerah aman. Ada beberapa sudut yang rawan tindak kriminal. Makanya saya betul-betul membaca review tiap penginapan di area Termini sebelum akhirnya memilih Hotel Albergo Marechiaro seharga IDR 1,400,000 per malam yang berjarak 300 m dari Terminal Termini.

Selain berlokasi strategis, hotel ini dikelilingi banyak restoran India halal dengan menu yang cocok di lidah orang Indonesia. Favorit saya lamb muton plus nasi hangat yang kalau dimakan bersama enak banget. Hampir setiap hari saya langganan makan disana karena bosan dengan sandwich dan burger.



DAY 13
COLOSSEUM


Setiap musim panas matahari terbit lebih awal dan terbenam larut. Selama trip di Eropa kali ini rata-rata hari mulai gelap sekitar pukul 9-10 malam. Sementara saat itu saya lagi doyan-doyannya foto-foto long exposure. Alhasil saya sering begadang demi bisa foto-foto night mode termasuk saat di Roma.

Kebetulan saya tiba di Roma sore hari Florence sehingga tidak perlu menunggu gelap terlalu lama. Dari Termini saya cukup naik metro line B turun di stasiun Colosseo. Begitu keluar stasiun akan langsung disambut bangunan megah Colosseum yang telah berusia hampir 2,000 tahun. Malam itu saya memang tidak berencana masuk ke dalam Colosseum karena besok akan kesana lagi. Jadi hanya foto-foto di pelatarannya saja. Asiknya tidak ada turis berkeliaran malam itu sehingga Colosseum-nya berasa milik pribadi.



DAY 14
VATICAN


Pagi-pagi sekali saya sudah bersiap dan bergegas menuju Vatican demi menghindari keramaian turis di siang hari. Vatican termasuk ke dalam negara terkecil di dunia dengan luas 44 hektar dan dipimpin oleh seorang Paus. Ada 3 tempat yang wajib dikunjungi selama berada di Vatican, yaitu St. Peter's Basilica, Sistine Chapel, dan Vatican Museums.

St. Peter's Basilica yang bergaya Renaissance merupakan gereja terbesar di dunia. Sementara Vatican Museums menyimpan 70,000 karya seni termasuk beberapa lukisan masterpiece dari abad pertengahan, jaman Renaissance, juga beberapa patung dari jaman Romawi kuno. Terakhir Sistine Chapel adalah tempat tinggal official dari Paus dengan langit-langit yang dilukis oleh Michelangelo. Siapkan saja waktu setengah hari untuk dapat mengunjungi ketiganya.






CASTEL SANT'ANGELO


Dari Vatican rencananya saya akan lanjut ke Colosseum. Tapi sebelumnya mampir sebentar ke Castel Sant' Angelo karena searah. Castel Sant’Angelo atau Castel of the Holy Angel yang dibangun pada 123-139 AD merupakan mausoleum Kaisar Hadrian dan keluarganya sebelum beralih fungsi menjadi benteng dan kastil. Dulunya bangunan ini pernah menjadi bangunan tertinggi di Roma. Untuk masuk ke dalamnya kita mesti membayar EUR 10.5


COLLOSEUM


Setelah kemarin hanya foto-foto di halaman depan Colosseum, kali ini saya masuk ke dalamnya. Antrian masuknya lumayan panjang mengular namun petugasnya gesit melayani jadi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk masuk.

Tiba di dalam Colosseum saya langsung terpukau akan kemegahan bangunannya. Dibangun antara 70-80 AD, Colosseum dulunya dipakai sebagai arena gladiator bertanding atau eksekusi bagi orang yang melanggar hukum dan bisa menampung hingga 80,000 orang di masanya.




ROMAN FORUM


Persis di sebelah Colosseum terdapat bangunan Romawi penting lainnya. Roman Forum namanya. Dulunya tempat ini merupakan pusat pemerintahan, politik, dan keagamaan saat jaman Romawi kuno. Beberapa reruntuhan masih tampak jelas menggambarkan fungsinya di masa lampau seperti bangunan senat, pengadilan, kompleks kediaman aristokrat, dan tempat ibadah. Lokasinya benar-benar luas dengan medan berbukit-bukit sehingga membuat kaki saya jadi pegal.





FONTANA DI TREVI


Dari Roman Forum saya lalu mengunjungi Trevi Fountain, air mancur paling populer di Roma dengan tinggi 26 m dan lebar 49 m, dibangun tahun 1762. Konon katanya barangsiapa yang melempar koin ke dalam Trevi Fountain, suatu saat dia akan kembali lagi ke Roma.




DAY 15
LAST DAY IN EUROPE


Akhirnya tiba juga hari terakhir dalam rangkaian Euro Trip kali ini. Tidak banyak yang dilakukan hari ini selain jalan-jalan di sekitaran Piazza Spagna yang terkenal dengan Spanish Step-nya dalam film Roman Holiday yang dibintangi oleh Audrey Hepburn. Lalu ke  gereja kembar di Piazza del Popolo sebelum kembali ke Terminal Termini dan naik bus seharga EUR 6 menuju Fiumicino Airport untuk bertolak ke Jakarta, Indonesia. Dan Euro Trip 2016 resmi ditutup.

PIAZZA SPAGNA



PIAZZA DEL POPOLO



Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens

- THE END -


Jumat, 21 Februari 2020

EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE

Italy, where to start? Jujur saya agak dilema dalam memilih kota tujuan di Italia dalam rangkaian Euro Trip kali ini. Berbeda dengan Prancis yang beken dengan Paris atau Belanda dengan Amsterdam, Italia hadir dengan sederet kota populer mulai dari Milan, Venice, Florence, Roma, dan Napoli. Sialnya kota-kota tersebut lokasinya berjauhan jadi mustahil untuk dikunjungi semuanya dalam waktu cuman 5 hari. Akhirnya dengan berat hati saya harus memilih kota "best of the best" versi saya, yaitu Roma dan Florence/Firenze.

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA

TRANSPORTASI ATHENA KE ROMA


Yunani dan Italia sama-sama masuk ke dalam kawasan Eropa Selatan jadi jaraknya tidak terlalu jauh. Saya tidak memiliki prefensi harus naik maskapai tertentu dari Athena ke salah satu kota di Italia. Yang penting harganya paling murah dan dapatlah rute Athena ke Roma dengan Ryan Air seharga EUR 46. Sudah termasuk bagasi, pemilihan kursi, dan fasilitas prioritas boarding.

Lucunya saya agak telat saat tiba di Bandara Athena dan antrian reguler untuk drop baggage luar biasa panjangnya mengingat hanya 2 konter saja yang buka. Tapi berhubung saya sudah membeli adds on prioritas boarding maka saya bisa skip antrian dan langsung menuju konter khusus untuk drop baggage yang hanya 2 antrian. 

Pastikan saja kalau naik maskapai low cost begini sudah melakukan check in online dan mengeprint boarding pass sebelumnya. Karena kalau dilakukan on the spot di bandara bakal kena denda yang hampir seharga tiket baru. Saking parnonya saya sampai bela-belain nonton youtube tutorial cara naik Ryan Air dari online check in sampai boarding.

Pesawat Ryan Air ini so so lah. Typical budget yang serba minim fasilitas. Tapi demi tiket murah saya tidak banyak komplain. Yang penting on time dan sampai dengan selamat.

TRANSPORTASI ROMA KE FLORENCE


Tiba di Ciampino Airport (CIA) saya langsung membeli tiket Terravision Shuttle Bus seharga EUR 5 tujuan Terminal Termini. Darisana saya akan lanjut lagi naik kereta cepat Le Frecce High Speed Train seharga EUR 19 menuju Florence atau sering disebut juga Firenze. Kereta Le Frecce yang saya naiki dapat melaju hingga kecepatan 300 km/jam jadi boleh dibilang Le Frecce ini kereta Shinkansennya Italia. Roma ke Florence yang berjarak 273 km dapat ditempuh dengan 1.5 jam saja. 

Sebetulnya saya punya beberapa jam waktu transit di Terminal Termini karena mengambil kereta sore. Tapi karena membawa koper besar dan mager, saya putuskan untuk menghabiskan waktu di dalam Terminal Termini saja. Untungnya di dalam Terminal Termini ini juga ada shopping mall dengan sederet brand-brand terkenal. Jadi cukup banyak hal yang bisa dilakukan sembari menunggu jam keberangkatan kereta ke Florence.

AKOMODASI DI FLORENCE


Penginapan di area old town Florence mahal-mahal. Begitu pun yang selangkah dari Stasiun Firenze S.M. Novella. Setelah mengobrak-abrik Agoda, ketemulah penginapan dengan harga affordable di Soggiorno Karaba yang berjarak 10 menit jalan kaki dari Stasiun Firenze S.M. Novella. Penginapan ini berada di sebuah apartment tua lengkap dengan lift antiknya yang pintunya hanya berupa teralis. Selain lokasinya yang strategis, keuntungan lainnya karena berupa apartment maka sudah terdapat fasilitas dapur dan ruang keluarga meskipun sharing bathroom.

DAY 12
PISA


Bisa dibilang hari ini bakal menjadi hari paling padat dalam Euro Trip kali ini. Rencananya saya akan mengunjungi 3 kota dalam 1 hari, yaitu Pisa, Cinque Terre, dan Florence. Terdengar ambisius memang namun "do-able".

Perjalanan saya mulai dengan naik Kereta Regionale dari Firenze S. M. Novella ke Pisa (EUR 8.40/1.5 jam). Turun di Pisa Centrale, beli karcis bus di kios koran, lalu cuss naik bus 15 min ke Menara Pisa. Bisa juga sih jalan kaki kesana. Cuman biar cepat sampai dan hemat waktu, lebih baik naik bus. Pilih window seat biar bisa sekalian mengintip pemandangan kotanya.

Menara Pisa berada persis di belakang Katedral Pisa. Menara setinggi 55.86 m ini mulai dibangun tahun 1173 dan selesai tahun 1372. Karena struktur tanahnya yang lembut, Menara Pisa tidak bisa berdiri tegak dan berangsur-angsur condong kesamping. Kini kemiringannya sudah mencapai 4 derajat dan berbagai upaya perbaikan sudah dilakukan demi mengurangi derajat keparahannya.

MANAROLA


Pukul 12 siang saya melanjutkan perjalanan dari Pisa Centrale menuju Cinque Terre dengan Kereta Regionale (EUR 10.70/1 jam). Cinque berarti 5 sedangkan Terre berarti 5. Jadi Cinque Terre adalah 5 desa yang terdiri dari Riomaggiore, Manarola, Corniglia, Vernaza, dan Monterosso. Maunya sih berkunjung ke lima-limanya tapi karena terbatasnya waktu saya pilih yang menurut saya paling indah: Manarola dan Riomaggiore.

Manarola merupakan desa paling tua di Cinque Terre namun kedua paling kecil setelah Corniglia. Desa ini hanya dihuni oleh 353 jiwa tapi saat musim panas akan ramai dikunjungi para turis yang entah ingin bersantai di pantainya yang berbatu atau sekedar menikmati hari bersantai di resto/cafe dengan pemandangan rumah-rumah di Manarola yang berwarna pastel. Pastikan kalau berkunjung ke Manarola untuk mencoba gelato disana karena rasanya endolita.




RIOMAGGIORE


Puas menikmati Manarola, saya lanjut naik kereta 5 menit menuju Riomaggiore. Kalau Corniglia desa paling kecil di Cinque Terre maka Riomaggiore yang paling besar. Karenanya Riomaggiore sering disebut pusat dari Cinque Terre dan juga paling sering dijadikan gambar postcard.

Jalanan di Riomaggire berkontur menanjak dengan banyak gang-gang kecil mirip labirin. Tiap gang akan berakhir di suatu tempat dengan pemandangan bikin takjub. Pilihlah gang di ujung kiri karena dari sana akan bisa melihat view ikonik dari Riomaggiore. Jangan lupa beli calamari di kios Mamma Mia Take Away lalu cari spot pinggir laut buat nonton sunset. Ahh.. life is so good!

FLORENCE


Pukul 7 malam saya kembali ke Florence naik kereta Regionale (EUR 16.70/2.5 jam). Sampai di Firenze jam sekitar jam 9.30 malam. Apakah langsung balik ke hotel? Tentu saja tidak karena saya ingin lanjut jalan-jalan malam di daerah old town kota Florence. Memang sudah banyak toko yang terlihat tutup tapi masih tampak keramaian disana-sini.

 Florence merupakan ibu kota dari Tuscany Region dan juga menjadi kota kelahiran "Renaissance", periode transisi dari middle ages/medieval period ke jaman modern sekitar abad ke 14-116.  Michelangelo dan Leonardo da Vinci adalah 2 tokoh paling terkenal dari masa Renaissance yang sama-sama berasal dari Florence. Jika berjalan-jalan di area old town kota Florence maka akan banyak berjumpa karya seni patung dan arsitektur bangunan yang seakan-akan membawa kita kembali ke abad pertengahan. 



Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens

- TO BE CONTINUED -





Selasa, 18 Februari 2020

EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau suatu hari nanti saya akan menjejakkan kaki di Athena. Namanya sering terdengar di mitologi Yunani kuno, Athena sebagai dewi kebijaksanaan, putri dari Zeus. Konon katanya kota Athena ini sudah ditinggali manusia sejak 3,000 BC. Kebayangkan sudah setua apa kota Athena ini.

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA


SANTORINI TO ATHENA


Dari Santorini ke Athena paling efisien memang dengan naik pesawat. Hanya 45 menit penerbangan. Harganya juga tidak mahal-mahal amat. Cuman karena saya sebelumnya sudah pernah mencoba opsi pesawat rute Paris - Athena - Santorini maka kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu dengan naik ferry dari Santorini ke Athena. Hitung-hitung biar menambah pengalaman.

Ada 2 jenis kapal tujuan Santorini ke Athena. Fast boat dan kapal ferry. Fast boat jelas lebih cepat tapi harganya mahal. Sedangkan kapal ferry lebih lambat tapi harganya murah. Jadilah saya membeli tiket Blue Star Ferry untuk keberangkatan Santorini ke Athena seharga EUR 41.5 dengan 6 jam perjalanan. Jangan khawatir takut mabuk laut karena kapalnya sangat besar jadi guncangan ombak sama sekali tidak terasa. Pilihlah jam keberangkatan sore hari agar bisa sekalian menonton sunset.

Jangan disamakan kapal Blue Star Ferry ini dengan kapal ferry lokal di Indonesia karena Blue Star Ferry ini baik interior mau eksteriornya oke punya. Kursi penumpangnya empuk, ada restoran, ada open deck, bahkan ada eskalatornya segala. Mewah pokoknya. Perjalanan 6 jam tidak bakal terasa karena ferry-nya senyaman ini.



AKOMODASI


Kapal Blue Star Ferry akan merapat di Piraeus, sebuah kota pelabuhan berjarak 30 menit dari pusat kota Athena. Karena saya ambil jam keberangkatan di sore hari maka saya tiba di Piraeus hampir dini hari. Maka dari itu saya memesan akomodasi dekat Pelabuhan Piraeus.

Sebetulnya saya agak sedikit takut, sedikit khawatir harus menggeret koper di tengah malam dari pelabuhan menuju hotel. Namun ternyata ini hal lumrah karena penumpang lainnya melakukan hal serupa. Untungnya perjalanan dari pelabuhan menuju hotel aman-aman saja meski di beberapa gang terlihat gelap gulita.

Di Piraeus saya menginap di Argo Hotel Piraeus, hotel budget yang cukup bersih dan berlokasi strategis hanya 10 menit jalan kaki dari Metro Piraeus. Harganya IDR 600,000/malam atau setengah dari harga rata-rata hotel di daerah Monastiraki atau Syntagma. Bonusnya, Argo Hotel Piraeus ini dikelilingi kedai bakery yang menyajikan banyak sandwich dan aneka roti lezat dengan harga murah meriah.



TRANSPORTASI


Metro is your best friend selama di Athena. Kemana-mana saya naik metro yang rutenya sudah menjangkau semua lokasi turis di Athena. Rute metro di Athena sangat sederhana, hanya terdiri dari 3 lines: Red line, Green Line, dan Blue Line. Konon katanya jalur metro di Athena ini nomor 2 tertua di dunia. Pantas saja banyak keretanya yang bocel-bocel, terlihat usang, bahkan beberapa ada yang tidak dilengkapi pendingin udara. 

Tiket metro di Athena pembayarannya bukan berdasarkan jarak jauh-dekat. Tapi dihitung per 90 menit sejak pertama kali di validasi dengan harga EUR 1.4. Jadi selama 90 menit kita bebas naik turun metro kemana pun kita mau. Stasiun metronya pun menganut prinsip kejujuran karena tidak ada palang penghalang untuk masuk. Jadi kalaupun tidak punya tiket kita masih bisa naik/turun metro. Tapi hati-hati. Kalau kena razia dan ketahuan tidak mempunyai tiket maka akan kena denda EUR 84. Kalau tidak mau repot beli tiket setiap kali akan naik metro, bisa beli tiket terusan one day ticket seharga EUR 4.5 yang berlaku selama 24 jam sejak pertama kali di validasi.





DAY 10
THE ACROPOLIS


Kalau hanya bisa mengunjungi 1 tempat di Athena, sudah pasti the Acropolis jawabannya. Acropolis artinya "kota di ketinggian" dalam bahasa Yunani kuno. Terletak di sebuah bukit setinggi 156 m, the Acropolis dapat dengan mudah terlihat dari beragam sudut kota Athena. Di kawasan Acropolis berdiri beberapa bangunan penting seperti Erechtheion yang merupakan kuil didedikasikan untuk Dewi Athena dan Poseidon, Odeon of Herodes Atticus si Roman Teater kuno, Theatre of Dionysus yang merupakan teater pertama di dunia, serta Parthenon, bangunan paling terkenal seantero Yunani dan  menjadi ikon dari the Acropolis. Saking terkenalnya banyak postcard yang saya temukan di Yunani kalau bukan bergambar Santorini, ya gambar Parthenon.

Parthenon ini dibangun sejak 447 BC dan dulunya tempat sakral. Dalam masanya tempat ini pernah dijadikan sebagai kuil pemujaan, gereja, serta masjid, sebelum akhirnya dikukuhkan menjadi situs warisan budaya Unesco. Untuk masuk ke area Acropolis kita mesti merogoh kocek EUR 20 saat summer atau EUR 10 saat winter. Tapi jika kita membeli tiket combo seharga EUR 30, kita bisa memasuki the Acropolis serta 6 tempat lainnya seperti the Ancient Agora, Roman Agora, Hadrian's Library, Temple of Olympian Zeus, Kerameikos, dan Aristotle's School dalam tenggang waktu 5 hari. Sangat "good deal" bagi mereka pecinta sejarah dan pengagum mitos Yunani kuno.

Sedikit saran sebelum ke Acropolis, pastikan memakai sepatu yang nyaman dan membawa cukup air mineral. The Acropolis ini berada di puncak bukit. Jadi kita harus hiking dengan rute jalan menanjak untuk bisa tiba disana. Datanglah sedari pagi agar terhindar dari panas menyengat dan tidak berbarengan dengan rombongan turis kapal pesiar yang selalu bikin penuh sesak. Lalu gunakan sunscreen, topi, payung dan kaca mata hitam karena siang hari the Acropolis panasnya luar binasa!




MONASTIRAKI


Salah satu area di Athena yang paling lively dan happening. Monastiraki terkenal akan flea market-nya yang menjual beragam jenis barang mulai dari yang antik, kuno, nyentrik, hingga kekinian. Di area ini pulalah berdiri bangunan kuno Roman Agora dan Hadrian's library.




SYNTAGMA SQUARE


Bisa dibilang ini pusatnya Athena. Disinilah terdapat bangunan Royal Palace yang kini dialih fungsikan menjadi Gedung Parlemen Yunani sejak tahun 1934. Pantas tempat ini menjadi lokasi para pendemo kalau sedang demonstrasi. Selain Royal Palace disini juga terdapat lapangan hijau tempat dimana banyak penduduk lokal nongkrong untuk menghabiskan waktu di siang hingga malam hari.



METRO MALL


Setelah mengunjungi the Acropolis, Monastiraki, dan Syntagma Square, ternyata saya masih memiliki beberapa jam lagi di Athena sebelum kembali ke Piraeus. Akhirnya saya putuskan untuk main ke Metro Mall di Athena. Namanya juga orang Indonesia. Tidak sah berkunjung ke suatu negara kalau belum study banding shopping mall-nya dengan mall-mall di Indonesia. 

Metro Mall ini boleh dibilang cukup trendy tampilannya. Sepertinya baru saja dibangun karena modelnya cukup modern. Tapi kalau dibandingkan dengan Grand Indonesia atau Pacific Place di Jakarta, masih bagusan di kita jauh. Apalagi Metro Mall di Yunani tersebut kurang begitu komplit barang-barangnya dan rata-rata pengunjungnya semuanya para penduduk lokal, bukan turis mancanegara. Disana selain mencari makan malam, saya menghabiskan waktu menonton acara "meet and greet" artis lokal yang acaranya cukup lucu dan seru.

Dari Metro Mall saya kemudian naik metro kembali ke hotel di Piraeus. Lalu packing karena besok paginya akan mengejar penerbangan pagi dari Athena ke Roma.




Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens

- TO BE CONTINUED - 



Senin, 17 Februari 2020

EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI

Pertama kali mendengar nama Santorini tahun 2008 saat tempat ini dinobatkan sebagai destinasi terbaik oleh Travel & Leisure Magazine. Sejak saat itu saya bermimpi suatu saat harus berkunjung ke Santorini.

Ketika menyusun itinerary Euro Trip tahun 2016, Santorini awalnya tidak masuk ke dalam list. Alasannya karena lokasinya terlalu jauh dan berat di ongkos. Dari Paris/Amsterdam tidak ada penerbangan langsung kesana. Mesti transit via Athena, Barcelona, Milan, atau Madrid. Namun dengan pertimbangan Yunani sedang mengalami krisis keuangan sejak tahun 2015 yang berarti apa-apanya jadi serba murah, serta pertimbangan jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Roma yang nantinya menjadi exit point, maka mantap diputuskan untuk memasukkan Yunani ke dalam itinerary. Dan saya pun tidak menyesal mengunjungi Santorini karena menjadi highlight dari Euro Trip kali ini.

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA

PARIS TO SANTORINI


Agak ribet memang mencari penerbangan dari Paris menuju Santorini. Ada beragam skenario yang bisa dipilih mulai dari opsi transit di Barcelona, jadi bisa sekalian jalan-jalan disana, hingga naik budget airlines ke Athena lalu disambung naik ferry ke Santorini. Mengingat durasi Euro Trip kali ini yang terbatas, hanya 5 hari, maka demi kepraktisan dan efisiensi dipilihlah untuk naik Aegean Airlines dari Paris ke Santorini via Athena. Harganya EUR 205 untuk 2 penerbangan. Cukup masuk akal mengingat untuk keberangkatan saat peak season (summer) dengan durasi penerbangan 3.5 jam dari Paris ke Athena dan 45 menit dari Athena ke Santorini.

Aegean Airlines ini merupakan pesawat nasionalnya Yunani dan masuk ke dalam full services airlines. Harga yang dibayarkan sudah termasuk tax, bagasi, in flight entertainment, dan makanan. Overall Aegean Airlines ini cukup recommended service-nya.

TRANSPORTASI


Tidak ada metro di Santorini. Untuk transportasinya bisa menggunakan taksi, bus, atau sewa mobil/motor/ATV. Bus di Santorini cukup bisa diandalkan dan on time. Rutenya sudah menjangkau mana-mana dengan harga ekonomis.
  • Bus Airport ke Fira : EUR 2.30
  • Bus Fira ke Oia : EUR 1.80
  • Bus Fira ke Perissa Beach : EUR 2.40

AKOMODASI


Penginapan murah meriah biasanya ada di Fira atau di Perissa Beach. Sementara penginapan lebih eksklusif ada di Firostefani, Imerogvili, dan Oia. Saya pribadi lebih senang tinggal di Fira yang merupakan ibukota Santorini karena aksesnya mudah, fasilitasnya paling lengkap, juga dekat supermarket, dan dekat terminal bus. Saya menginap di Ptolemeos Pension dengan harga IDR 750rb per malam. Kamarnya bersih, lokasinya strategis, pemiliknya ramah, dan kamarnya berasa "homey" jadi betah lama-lama berada di kamar. Keuntungan lainnya, di kamarnya ada teras privat jadi bisa sekalian jemur baju cucian. Saya sih suka-suka saja tinggal di Ptolemeos Pension walaupun letaknya sedikit jauh dari keramaian dan tidak memiliki view langsung ke kaldera.

Kalau punya budget berlebih bisa coba menginap di villa/hotel di Oia dan Imerogvili. Lalu cari yang memiliki private pool dengan pemandangan langsung kaldera. Jangan pilih penginapan di Perissa Beach karena jauh darimana-mana dan jauh dari keramaian.


FOOD & BEVERAGES


Banyak restoran di Santorini yang dibangun di pinggiran kaldera sehingga mereka berlomba-lomba menawarkan pengalaman unik santap kuliner dengan view rumah-rumah bercat putih dan gereja biru berlatarkan Laut Aegean. Tips hematnya datanglah saat breakfast karena menunya 1/3 lebih murah dibandingkan menu saat makan malam.

Mau makan lebih hemat? Di Santorini banyak kios gyros dan kebab dengan harga ramah dikantong. Sekitar EUR 3-5 tapi tetap mengenyangkan buat perut orang Asia. Harga wine di Santorini juga murah-murah. Merk lokal yang terkenal namanya Santo Wine.

DAY 6
FIRA


Saya baru tiba di hotel di Fira sekitar pukul 9 malam setelah melalui penerbangan panjang dari Paris. Mulanya saya berpikir jam 9 malam Fira sudah sepi seperti kota-kota besar di Eropa Barat pada umumnya. Tapi saya keliru, Fira tetap ramai dan banyak turis. Hingar bingar masih terasa hingga pukul 1 pagi. Mungkin ini disebabkan Santorini hanya ramai dikunjungi turis 6 bulan dalam setahun yaitu saat musim panas. Sehingga ketika sedang banyak turis seperti ini penduduk lokal Santorini bekerja ekstra demi mengumpulkan euro. 6 bulan berikutnya saat musim dingin Santorini akan sangat lenggang. Banyak toko yang tutup dan penduduk lokalnya pun meninggalkan Santorini ke tempat lainnya.




DAY 7
FIRA


Mungkin karena terlalu excited saya terbangun pukul 5 pagi dan langsung keluar hotel untuk berburu sunrise. Sebetulnya Fira bukanlah lokasi ideal untuk melihat sunrise karena posisinya berada di barat pulau. Tapi suasana Fira di pagi hari ini sungguh sangat damai dan tentram. Keindahannya membius sehingga saya habiskan pagi itu dengan hanya duduk-duduk menikmati pemandangan Fira bewarna keemasan karena dibalut sinar matahari.




OIA


Sejatinya ada 4 desa yang wajib dikunjungi di Santorini. Dari kiri ke kanan secara berurutan : Fira, Firostefani, Imerogvili, dan Oia. Dari ke 4 desa tersebut, Oia yang paling populer. Karena disitulah banyak terdapat gereja biru khas Santorini serta spot legendaris untuk menikmati sunset di Santorini. Kalau kita melihat postcard dari Santorini, rata-rata fotonya diambil di Oia. Pantas saja harga akomodasi di Oia yang paling mahal.

Lagi-lagi saya disuguhkan pemandangan Oia yang bikin speechless. Apalagi saat musim panas begini saat langit Santorini berwarna biru tanpa awan secuil pun yang membuat view di Oia dobel-dobel indahnya. Seharian saya habiskan dengan menyusuri tiap sudut Oia yang fotogenik. Kemudian menutup hari dengan menyaksikan sunset legendaris di Santorini dari sebuah benteng tua di Oia. Spot terbaik untuk melihat sunset. Usahakan datang 1 jam sebelumnya agar bisa mendapatkan posisi terbaik.




DAY 8
FIRA


Awalnya saya berencana ikutan day trip ke Nae Kameni, sebuah pulau kecil dekat Santorini. Harga turnya cukup affordable, EUR 35 per orang. Namun mengacu ke pengalaman kemarin saat mengeksplor Oia, Santorini ternyata panas pol saat summer begini. Untungnya di Oia kemarin banyak tempat berteduh jadi bisa keluar masuk toko/cafe/resto buat ngadem. Sementara kalau ikutan day trip ke Nea Kameni yang apa-apanya serba outdoor, bisa dipastikan bakalan sukses gosong. Jadi saya ubah itinerary-nya menjadi kembali mengunjungi Fira. Hitung-hitung kemarin baru sebentar jalan-jalan di Fira jadi belum puas.

Jalanan di Fira bagaikan labirin. Gang yang satu mirip dengan gang lainnya jadi gampang bikin kesasar. Tapi saya tidak keberatan harus tersesat di Fira yang super indah.

Bangunan di Fira didominasi bangunan putih tanpa genteng yang berdiri kokoh di pinggir tebing. Konon dibuat sedemikian rupa agar tahan gempa. Sedangkat dicat putih supaya mudah memtulkan cahaya matahari sehingga ruangan di dalamnya tetap dingin sekalipun tanpa pendingin ruangan. Karena rata-rata toko/cafe/resto di Santorini tidak berpendingin udara.



FIROSTEFANI


Sore harinya saya kembali berburu spot sunset di Santorini. Kalau kemarin saya menonton sunset dari Oia, hari ini saya putuskan untuk menontonnya dari Firostefani. Firostefani ini letaknya persis di sebelah Fira dan bisa dicapai 15-20 menit jalan kaki. Tapi supaya efisien saya memilih naik bus dengan membayar EUR 1.80. Tidak sampai 5 menit sudah sampai.

Berbeda dari Fira yang ramai, Firostefani ini ternyata lebih sepi turis sekalipun saat jam sibuk menjelang matahari terbenam. Jadi kalau mau menikmati sunset di Santorini tanpa gangguan, Firostefani tempatnya. Disana saya hanya perlu berbagi dengan selusin turis lainnya dalam menikmati sunset yang lagi-lagi "beyond words" saking indahnya.




DAY 9
PERISSA BEACH


Hari ini merupakan hari terakhir di Santorini sebelum siangnya saya akan naik Blue Star Ferry menuju Athena. Karena masih ada waktu setengah hari saya memutuskan untuk mengunjungi Perissa Beach yang letaknya 12 km dari pusat hingar bingar Fira.

Perissa Beach ini terkenal akan pasir pantainya yang bewarna hitam akibat letusan gunung berapi. Di pinggiran pantainya banyak berjejer cafe/resto yang sekaligus menyewakan payung dan kursi pantai untuk bersantai.

Sekitar setengah hari saya habiskan di Perissa Beach sebelum akhirnya kembali ke Fira untuk mengejar ferry ke Athena.




Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens

- TO BE CONTINUED -


JALAN - JALAN DI SEOUL KOREA - PART 1

Kalau ditanya pilih Jepang atau Korea, saya pilih Jepang. Tapi kalau ditanya pilih Tokyo atau Seoul, jelas saya pilih Seoul! Saya bukan...