Jumat, 13 Mei 2016

Jalan - Jalan di Los Angeles, California

Jujur saja, menurut saya Los Angeles adalah salah satu kota di Amerika yang bisa dibilang cukup “overrated”. Mungkin karena terlalu sering nonton film Hollywood, saya jadi berekspektasi berlebihan. Padahal kotanya biasa saja, tidak seheboh apa kata orang, bahkan cenderung membosankan.

Hollywood Walk of Fame, dulunya ini memang jalanan paling terkenal seantero California raya. Tapi kini malah terkesan kuno dan outdated. Saya saja sampai ogah narsis di atas trotoarnya, juga sama malasnya dengan berfoto di Chinese Theatre dengan latar cap tangan trio Harry Potter. Bahkan jejeran Museum Lilin Madame Tussaud, Museum Hollywood, dan Museum Ripley’s Believe it or not, tidak satupun saya masuki. Selain terkesan “turis banget”, saya juga sudah pernah masuk ke Museum Madam Tussaud di Hongkong. Lagian kalau mau sekedar berfoto dengan boneka lilin, tidak usah jauh-jauh ke Amerika, di Bangkok dan Singapore juga bisa.

Madam Tussaud

Runyon Canyon. Hiking trail terkenal di kalangan warga lokal Los Angeles

Walt Disney Concert Hall

Civic Center Los Angeles

Universal Studio Hollywood (USH) yang konon paling bagus di masanya, tidak bagus-bagus amat tuh. Masih bagusan Universal Studio Singapore (USS) malah. Mungkin karena lebih baru, jadi USS terasa lebih current dan lebih edgy. Beberapa atraksi di USS bahkan dibuat lebih bagus daripada aslinya di USH dan dengan durasi lebih lama, sebut saja the Revenge of the Mummy, the Jurrasic Park, dan the Transformer.

Satu-satunya keunggulan USH ada pada Studio Tournya yang legendaris. Atraksinya berupa tur naik tram keliling studio film Hollywood betulan seperti lokasi pengambilan gambar serial Desperate Housewife dan War of the Worlds. Lalu sebelum tur berakhir, kita akan diajak nonton pertarungan antara Kingkong vs Dinosaur secara 3D dan 360 derajat langsung dari atas tram. Nah kalau ini baru keren.

Universal Studio Hollywood
Universal Studio Hollywood

Lokasi syuting serial Desperate Housewife
Lokasi syuting serial Desperate Housewife
Lokasi syuting War of the World
Transformer di Universal Studio Hollywood
Sebagai kota terbesar nomor 2 di Amerika, Los Angeles dihuni oleh berbagai macam suku dan ras, membuat kota ini sangat diverse. Bisa dilihat dari daerah perkampungan imigran seperti di Chinatown, Little Tokyo, Korea Town, dan Little Armenian. Cocok dikunjungi untuk wisata kuliner kalau lagi kangen masakan Asia. Sayangnya toko dan restonya tidak buka sampai larut malam. Saya yang ke Chinatown pukul 9 malam malah berasa was-was karena jalanannya benar-benar gelap dan sepi.

Korea Town
Korea Town
Dari semua tempat di Los Angeles, Griffith Observatory adalah tempat paling favorit saya. Griffith Observatory (Los Angeles) merupakan taman observatorium dan planetarium yang berada di selatan Hollywood Mountain. Terletak 1,134 ft di atas permukaan laut, kita bisa sekaligus menikmati pemandangan keren di kanan kirinya. Bahkan Hollywood Sign terlihat jelas dari atas sana.

Griffith Observatory dibuka gratis untuk umum dari pukul 12.00 pm - 22.00 pm weekdays dan 10.00 am - 22.00 pm weekend, tutup setiap senin. Untuk pergi kesana, bisa menggunakan metro redline, turun di Vermont/Sunset, kemudian keluar di exit pintu sunset. Dari sana, masih harus dilanjutkan naik bus LA Dept Of Transport (LADOT) yang sayangnya hanya beroperasi saat weekend. Halte bus nya tepat berada di lampu merah perempatan jalan, tinggal tunggu saja bus dengan tulisan “To Observatory” di kaca depannya. Sekali naik tarifnya $ 0.50 untuk dewasa dan $ 0.25 untuk senior.

Griffith Observatory
Hollywood Sign dari Griffith Observatory
Pemandangan dari Griffith Observatory
Pemandangan downtown Los Angeles dari Griffith Observatory
Kalau bosan dengan suasana kota Los Angeles yang itu-itu saja, bisa melipir ke Santa Monica, sebuah kota cantik tepi pantai, sekitar 1 jam berkendara dari pusat kota. Atau bisa juga pergi ke Venice Beach, lokasi syuting film Baywatch, serta ke Malibu, pantai favorit pesohor Hollywood. Sialnya, saya kesana saat weekend jadi jalanan macet sejadi-jadinya. Sampai di Santa Monica juga saya jadi susah jalan karena mesti berdesak-desakan dengan lautan manusia. Tapi Santa Monica memang bagus-bagus amat sehingga tidak menyesal jauh-jauh kesana.

Bianglala ikon dari Santa Monika
Santa Monika Pier
Pantai di Santa Monika
Santa Monika
Sunset di Santa Monika
Transportation Tips
Airport to Downtown
Bandar Udara utama di Los Angeles adalah Los Angeles International Airport (LAX). Turis biasanya datang lewat bandara ini dan untuk ke downtown-nya bisa menggunakan :
- LAX FlyAway
- LAX City Bus
- Metro Rail
- Taxi, UBER
- Mobil Rental (rental mobil tersedia di bandara)

Waktu itu saya memakai LAX FlyAway dari Airport menuju downtown.  Pembayarannya hanya bisa melalui kartu kredit, dibayarkan di FlyAway Counter saat tiba di Union Station. Setelah menunjukkan bukti pembayaran barulah kita bisa mengambil bagasi di supir bus. Untuk rute sebaliknya (Union Station - LAX), kita mesti membayar tiketnya dulu di Union Station baru naik busnya.

Selain LAX ada beberapa airport lainnya di Los Angeles yang it’s good to know seperti:
- Long Beach Airport
- Burbank Airport
- Orange Country/John Wayne Airport
- Ontario Airport

Rental Car
Transportasi umum di Los Angeles sudah mencakup semua tempat wisata turis kecuali kalau mau road trip ke ke San Diego atau Las Vegas, bisa sewa mobil rental di LAX. Cuman perlu diingat, lalu lintas dalam kota di Los Angeles macet-cet-cet.

Metro
Metro di Los Angeles sudah mencakup seluruh destinasi wisata turis kecuali Beverly Hills, Rodeo Drive, dan Griffith Observatory. Kalau mau ke tempat tersebut mesti naik bus umum atau kalau tidak mau repot naik Taksi/UBER.

Dibandingkan Metro di New York, Metro di LA jauh lebih bersih dan lebih modern. Sekali naik tarifnya $1.75 jadi kalau mau hemat mending pakai one day pass $7 atau weekly pass $25. Uniknya di beberapa stasiun Metro berada di ruang terbuka, tanpa pagar, tanpa pintu masuk, jadi sebetulnya kita bisa naik Metro tanpa beli tiket cuman kalau ketauan atau kena razia siap-siap bayar penalty.

Public Bus
Untuk bus umum, ada 3 jenisnya: Local (orange), Rapid (red), dan Express (blue). Kalau sedang terburu-buru gunakan Express Bus yang berhenti lebih sedikit. Dengan menggunakan Metro Day Pass atau Weekly Pass, kita bisa menggunakan bus tak terbatas, tinggal TAP saja.

Taksi/UBER
Pilihan ini disarankan kalau mau praktis bepergian ke Rodeo Drive, Beverly Hills, Griffith Observatory yang memang tidak dilalui rute Metro, atau kalau lagi malas hiking ke Hollywood Sign


@williamkellye

2 komentar:

  1. Halo William,waktu di LA nginep di daerah mana ya yg strategis dan aman kemana2?? Info2 ya
    Thanks

    BalasHapus
  2. negara nya sangat bagus, rasanyapengen ke sini! tapi terkendala biaya :D kapan ya bisa tour kesini?

    BalasHapus