Selasa, 19 Juli 2016

Jalan - Jalan di Athena, Yunani

Dengan menumpang kapal Blue Star Ferries dari Santorini, akhirnya saya tiba di Piraeus pukul 11 malam. Piraeus merupakan kota pelabuhan di pinggiran Athena. Jaraknya lumayan jauh dari pusat kota seperti daerah Monastiraki atau Syntagma Square, sekitar 30 menit naik metro.

Karena sudah tahu bakal tiba larut malam, saya sudah memesan hotel di daerah Piraeus, bukan di pusat kota. Dengan modal 500rb saya dapat penginapan setara fasilitasnya dengan hotel seharga 1 juta di Monastiraki atau Syntagma Square. Mungkin karena lokasinya yang di pinggiran makanya harganya murah meriah. Tapi bukan berarti akses kemana-mananya susah. Pelabuhan dan stasiun metro jaraknya selangkah. Juga ada ekspress bus X96 tujuan Piraeus-Bandara.

Begitu beres check-in saya buru-buru tidur. Rencananya besok pukul 7 pagi saya sudah mesti berangkat naik metro menuju situs sejarah Acropolis. Menurut rekomendasi di internet, sangat penting untuk tiba di Acropolis pagi-pagi sekali sebelum rombongan turis kapal pesiar datang. Mereka biasanya mulai memadati Acropolis sekitar pukul 10 pagi. Kalau sampai berbarengan, siap-siap saja terjebak dalam lautan cendol manusia. Apalagi ini di tengah musim panas. Juga sekalian menghindari teriknya cuaca Athena di siang hari.

Pemandangan Piraeus
Meski sudah diniat-niatin, ternyata saya baru bisa terbangun pukul 7 pagi dan baru bisa jalan keluar hotel pukul 8 pagi. Meski mepet paling tidak sebelum pukul 9 saya sudah tiba di Acropolis.

Tidak sulit untuk naik metro dari Piraeus menuju Acropolis. Cukup naik metro Green Line turun di Omonia lalu disambung naik metro red line turun di Acropolis. Begitu keluar metro sudah banyak petunjuk yang mengarahkan ke pintu masuk Acropolis.

Metro di Athena sangat sederhana. Hanya terdiri 3 jalur: red line, green line, dan blue line. Konon katanya nomor 2 tertua di dunia jadi terminal metronya banyak yang terlihat lusuh dan banyak keretanya sudah usang. Bahkan ada beberapa keretanya tidak berpendingin udara. Paling tidak setiap stasiunnya sudah terlihat bersih dan tidak terlihat banyak pengemis berkeliaran.

Stasiun metro Piraeus
Tiket metro di Athena pembayarannya bukan berdasarkan jarak jauh-dekat. Tapi dihitung per 90 menit setelah validasi, bisa digunakan keluar masuk stasiun metro manapun kecuali bandara untuk 1 tiket seharga 1.4 euro.

Pastikan sebelum naik kita sudah mevalidasi tiket di mesin dekat pintu masuk. Kalau ketahuan belum memvalidasi atau tidak punya tiket, kita bisa didenda 60X dari harga tiket. Sementara saya karena malas repot, lebih memilih menggunakan 24-hour tiket seharga 4.5 euro. Berlaku 24 jam setelah validasi pertama kali.

Uniknya semua metro di Athena tidak dilengkapi palang rintangan baik di pintu masuk atau keluarnya. Jadi sebetulnya tanpa punya tiket pun kita bisa naik kereta. Cuman kalau ketahuan siap-siap saja didenda.

Selama perjalanan dari Piraeus ke Acopolis, saya melihat wajah kota Athena yang berbeda dengan Santorini. Kalau di Santorini berkesan glamour sedangkan Athena terlihat lusuh dan kusam. Memang baru tahun 2015 kemarin Yunani dilanda krisis keuangan.

Pemandangan bukit Lykabetus
Dampaknya dapat terlihat jelas dari banyaknya bangunan di Athena yang terbengkalai akibat ketiadaan dana untuk merenovasi. Dan hampir seluruh kota dipenuhi coretan graffiti sebagai bentuk ekspresi penduduk Athena. Bagi yang belum terbiasa tinggal di daerah “nyentrik”, Athena mungkin dirasa kurang nyaman. Tapi sebetulnya Athena relatif aman. Paling hindari saja daerah Omonia yang katanya kurang tourist friendly.

Sampai di Acropolis, saya segera mengantri membeli tiket. Harga tiket masuknya 20 euro tapi dijual juga tiket terusan seharga 30 euro yang sudah sekalian mencover entrance fee Acropolis, Ancient Agora, Hadrian’s Library, Roman Agora, dan Temple of Zeus. Karena semua situs berada di luar ruangan dan saya malas panas-panasan, saya membeli tiket khusus Acropolis saja. Karena memang hanya Acropolis sajalah tujuan saya datang ke Athena.

Situs sejarah Acropolis
Begitu masuk Acropolis, saya segera bergegas menuju Kuil Parthenon yang menjadi ikon Acropolis. Ternyata letaknya berada di atas bukit jadi kita mesti hiking sekitar 20-30 menit. Tiba di Kuil Parthenon saya langsung dibuat tercengang betapa megah dan raksasanya bangunan kuil tersebut. Entah bagaimana orang jaman dahulu membuatnya.

Kuil Parthenon
Ikon dari Acropolis : Kuil Parthenon
Salah satu bangunan di samping kuil Parthenon
Dari situ juga saya bisa menikmati pemandangan 360 derajat kota Athena. Situs sejarah lain seperti Odeon of Herodes Atticus, Theatre of Dionysus, dan Temple of Olympian Zeus dapat terlihat jelas. Untungnya rombongan turis kapal pesiar belum banyak yang datang. Jadi saya bisa menikmati keindahan Kuil Parthenon sepuas-puasnya walaupun tidak bisa dikatakan sepi pengunjung juga.

Temple of Zeus dilihat dari Acropolis
Pemandangan 360 derajat dari Kuil Parthenon
Barulah setelah 2 kali memutari kuil, rombongan turis mulai berdatangan dan saya sudah bersiap-siap keluar. Saya lalu pergi mengunjungi Odeon of Herodes Atticus dan Theatre of Dionysus. Keduanya sama-sama merupakan amfiteater tetapi Odeon of Herodes Atticus memiliki ukuran dan kapasitas lebih besar.

Odeon of Herodes Atticus
Theatre of Dionysus
Theatre of Dionycus
Ketika matahari tepat berada di atas kepala, cuaca menjadi sangat panas. Ditambah langit Athena yang tanpa awan jadi semakin terik mampus. Buru-buru saya meninggalkan Acropolis dan ngadem di deretan pertokoan daerah Syntagma Square.  

Gedung Parlemen di Syntagma Square
Tidak terasa setelah keluar masuk toko, tahu-tahu saya sudah sampai di daerah Monastiraki. Tidak jauh dari alun-alunya ada flea market yang terkenal. Menjual berbagai pernak-pernik vintage, kuno, dan antik, serta beragam souvenir murah meriah mulai dari minyak zaitun, sabun zaitun, kacang pistachio, tas kulit, piring khas Yunani, tempelan kulkas, dan masih banyak lagi. Juga banyak pedagang buah-buahan dengan harga super duper murah.

Monastiraki
Alun-alun di Monastiraki
The famous Athens Flea Market
Sorenya saat dirasa sudah tidak terlalu panas, saya kembali lagi ke Acropolis untuk jalan-jalan sore di situs sejarah Temple of Olympian Zeus lalu mengunjungi Plaka dan Anafiotika. Plaka adalah pusat souvenir di Athena sedangkan Anafiotika merupakan daerah permukiman dengan suasana khas Yunani.

Salah satu sudut di Plaka
Arch of Hadrian
Temple of  Olympian Zeus
Temple of  Olympian Zeus
Malamnya saya mampir ke salah satu shopping mall besar di Athena sebelum balik ke Piraeus. Namanya Metro Mall, berada persis di depan pintu keluar Metro Aghios Dimitrios. Biasa saja mallnya, tidak ada yang spesial. Malah masih lebih mentereng mall-mall di Jakarta dengan brand lebih lengkap.

Di dalam mallnya sendiri saya jarang melihat turis mancanegara. Rata-rata penduduk local yang nongkrong sepulang kerja. Sempat juga ada acara “meet and greet” artis local yang lumayan penuh dipadati para ABG wanita.

Keesokan harinya merupakan hari terakhir saya di Athena. Saya akan langsung pergi ke Roma, Italia naik Ryan Air. Dari Piraeus kita bisa naik metro atau naik bus ke bandara. Bisa juga sih naik taksi tapi bisa keburu bokek buat perjalanan 1-1.5 jam.

Saya sendiri lebih memilih naik bus karena lebih praktis. Cukup sekali naik, tidak perlu gonta-ganti line seperti naik metro. Harganya sama saja, 7 euro sekali jalan dengan lama tempuh 1-1.5 jam.

Saran saya jangan mepet-mepet datang ke bandaranya. Apalagi kalau naik Low Cost Budget Airlines. Waktu saya tiba di counter Ryan Air, antrian drop luggage-nya sudah panjang mengular. Hanya ada 2 loket melayani kelas ekonomi dan 2 loket untuk business class.

Untungnya saya memberli tiket kelas bisnis jadi tidak terlalu lama mengantri. Pastikan saja sudah melakukan web check in dan mengeprint out boarding pass sebelumnya kalau tidak mau di denda puluhan euro. Lalu beres check in saya segera melenggang masuk ruang tunggu dan bersiap memulai petualangan di Roma, si kota abadi.
Bye Athena.


IG : @williamkellye 

1 komentar:

  1. salah satu destinasi tujuan ni :( semoga aja bisa kesana ..amiin gw follow ya ig nya buat liat hasil petualangan nya

    BalasHapus