Rabu, 14 September 2016

Jalan - Jalan di Amsterdam, Belanda

Amsterdam merupakan kota pertama yang saya datangi dalam rangkaian liburan musim panas di Eropa. Saya memilih Amsterdam tidak lain karena katanya lebih mudah mendapatkan visa Schengen dari Belanda dibandingkan negara Eropa Barat lainnya. Dan harga visanya juga paling murah sebab tidak menggunakan jasa pihak ketiga (VFS). Namun sejak Juli 2016 kedutaan Belanda sudah tidak lagi melayani pembuatan visa turis. Pengurusannya mesti lewat VFS yang ujung-ujungnya nambah biaya lagi.

Rijkmuseum di Museumplein
Saat tiba di Amsterdam saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa mengenai kotanya. Maklum saya hanya punya waktu 2 hari disana jadi tidak terlalu banyak melakukan riset. Paling hanya mencari tahu beberapa objek wisata mainstream serta cara paling murah kesananya. Tapi setelah dijelajahi, Amsterdam merupakan kota kanal cantik yang bikin susah move on.

Dari bandara Schiphol ada 3 cara menuju pusat kota, yaitu :
1. Menggunakan NS Train (harga 4.2 euro + 1 euro surcharge for disposable tiket, berhenti di Amstedam Central)
2. Naik bus no 197 (harga 5 euro, berhenti di Museumplein dan Leidseplein)
3. Naik GVB Bus no 69 (harga 2.9 euro, berhenti di Amsterdam Sloterdijk)

Sebagai traveler hemat pangkal kaya tentu saya memilih cara paling murah menuju pusat kota. Setelah dihitung-hitung dengan mempertimbangkan harga single ticket dan harga kartu pass di Amsterdam, paling hemat menggunakan 24 Hour GVB tiket seharga 7.5 euro. Bisa digunakan untuk pemakaian tidak terbatas naik bus, metro, dan tram GVB (GVB merk perusahaan transportasi) selama 24 jam setelah kartu diaktifkan.

Arrival gate di Schiphol
Ini artinya saya tinggal naik GVB Bus no 69 dari Schiphol ke Amsterdam Sloterdijk, lalu disambung naik tram menuju hotel. Beres check-in bisa langsung naik-turun tram keliling Amsterdam secara gratis karena semua tram di Amsterdam dioperasikan oleh GVB. Juga masih bisa dipakai keesokan harinya kalau masih dalam rentang 24 jam sejak pertama kali diaktifkan.

Cara mengaktifkannya juga cukup mudah. Tinggal di tempelkan di sebuah mesin dekat pengemudi bus/tram (check-in). Kalau mau turun juga mesti ditempelkan lagi (check-out). Begitu terus setiap kali naik turun bus/tram. Dengan menggunakan 24 Hour GVB tiket ini saya bisa berhemat banyak banget.

Ada juga sih kartu pintar lain seperti  OV-chip card yang mirip octopus card di Hongkong atau Amsterdam Region Ticket dan Amsterdam Pass. Tapi setelah dihitung-hitung tetap paling hemat menggunakan 24-Hour GVB Tiket kalau hanya sekedar dari muter-muter di Amsterdam.

Pemandangan kanal di Amsterdam
Barulah hari kedua saya membeli Amsterdam Region Ticket karena akan pergi ke Zaanse Schans dan Volendam. Kedua tempat tersebut berada di luar Amsterdam jadi tidak dicover oleh GVB tiket. Mesti menggunakan kartu Amsterdam Region Ticket seharga 13.5 euro yang bisa dipakai untuk penggunaan tidak terbatas alat transportasi milik GVB, EBS, dan Connexxion selama 24 jam sejak pertama kali diaktifkan.

Bus Station di Amsterdam Central
Zaanse Schans merupakan sebuah desa yang terkenal dengan kincir angin tradisionalnya. Bisa dicapai naik kereta atau naik Connexxion Bus no 391. Katanya sih kalau naik kereta bakalan jauh jalannya dari stasiun terdekat menuju Zaanse Schans (sekitar 1 km) jadi mending naik bus kesana. Turun di halte terakhir, persis di depan Museum Zaanse Schans atau 5 menit berjalan kaki menuju gerbang desa.

Kincir angin di Zaanse Schans
Zaanse Schans
Beberapa kincir angin di Zaanse Schans memang memasang tariff masuk tetapi beberapa lainnya bisa dimasuki secara gratis seperti kincir angin De Huisman. Di dalamnya kita bisa melihat beberapa mesin penggiling kuno yang masih beroperasi dan digerakkan secara manual oleh kincir angin.

Kincir angin De Huisman
Selain ada kincir angin konvensional, di Zaanse Schans juga terdapat rumah-rumah kayu kuno khas Belanda, museum shops menjual beragam souvenir, dan beberapa pabrik tradisional seperti pabrik keju dan pabrik liquor yang bisa dimasuki secara gratis.

Rumah kayu kuno
Keju yang dijual di pabrik Keju
Pabrik keju
Sementara Volendam adalah desa Nelayan yang bisa dicapai 30 menit naik Bus no 316 dari Amsterdam Central. Dulunya penduduk Volendam berprofesi sebagai nelayan tradisional. Namun seiiring pembangunan bendungan di sekitar desa yang mengakibatkan berkurangnya hasil tangkapan ikan, maka mereka beralih profesi di sektor pariwisata.

Desa nelayan Volendam
Biasanya orang datang ke Volendam untuk berfoto ala Nyonya Meneer Belanda di studio foto yang banyak tersebar disana. Harganya 20 euro untuk 2 orang, sudah termasuk foto hardcopy dan CD berisi softfile. Sehabis foto-foto bisa lanjut jalan-jalan di sekitar pelabuhan atau sekedar nongkrong di café sambil melihat kapal hilir mudik.

Pelabuhan di Volendam
Rumah-rumah di Volendam memiliki arsitektur khas yang berbeda dengan rumah kayu di Zaanse Schans atau tipikal bangunan di Amsterdam. Suasananya tenang dan sangat terasa nuansa pedesaan yang kental. Kalau mau membeli souvenir murah, sepertinya Volendam tempatnya. Soalnya saya kerap menemukan souvenir serupa dengan harga lebih murah dibandingkan di Amsterdam atau Zannse Schans.

Rumah khas di Volendam
Setelah mengunjungi Zaanse Schans dan Volendam ternyata saya masih punya sisa waktu. Jadinya saya pergi ke pasar bunga terapung di Bloemenmarkt dan street market di Albert Cuypstraat. Untuk tiba di Bloemenmarkt, cukup naik tram nomor 16 dari Amsterdam Central turun di Muntplein, lalu dilanjut berjalan kaki 10 menit.

Bloemenmarkt
Selain menjual beragam jenis bunga, souvenir andalannya berupa benih bunga tulip yang dimasukkan ke dalam sepatu tradisional Belanda. Sebetulnya saya kepingin membelinya, tapi takut disita di bandara karena masih harus singgah di beberapa negara sebelum balik ke Jakarta. Kalau saja Amsterdam pemberhentian terakhir, sudah pasti saya akan membawa pulang beberapa bungkus. Harganya juga tidak mahal-mahal amat untuk ukuran oleh-oleh unik.

Beragam bunga di Bloemenmarkt
Benih bunga di Bloemenmarkt
Sedangkan Albert Cuypstraat bisa dicapai dengan naik tram nomor 16 turun di Albert Cuypstraat. Albert Albert Cuypstraat ini semacam jalanan yang disulap jadi street market seperti Ladies Market di Hongkong tapi dengan European Twist dan katanya paling besar seantero Amsterdam. Menjual berbagai macam barang mulai dari pakaian, kebutuhan rumah tangga, souvenir, sampai jajanan khas Belanda seperti waffle, poffertjes, herring broodjes dengan harga bersahabat. Jam bukanya dari pukul 09.00-17.00, Senin sampai Sabtu.

Suasana di Albert Cuypstraat
Salah satu sudut di kanal Amsterdam
Karena hanya punya 1 hari penuh buat jalan-jalan di Amsterdam, saya cukup puas karena bisa mampir di banyak tempat dalam waktu terbatas. Memang masih belum sempat ke Edam, Marken, Keukenhof, dan Madurodam tapi tempat yang saya datangi cukup meninggalkan kesan “Belanda” mendalam. Semoga masih dapat berjumpa lagi di kemudian hari.
Bye Amsterdam.


IG : @williamkellye

6 komentar:

  1. nanya dong mas..kalo naik bus GBV no 69 dari schiphol airport, beli tiketnya bus nya di mana ya?

    BalasHapus
  2. Bisa dibeli di Travel Information Center di Schiphol. Nanti tinggal di tap di dalam bus GVB untuk pengaktifannya

    BalasHapus
  3. mau tanya dong.. kalau untuk penitipan koper dan tas dimana ya? misal belum masuk waktu check in hotel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hi Lina. Biasanya kalau belum masuk waktu check in, hotel sudah memperbolehkan kita untuk menitip tas walaupun kamarnya belum siap. Tapi kalau kamu mau menitipkan tas, bisa di Amsterdam Central http://www.amsterdam.info/luggage-storage/

      Hapus
  4. Halo mas salam kenal, saya rencana ke ams dan waktunya jg ga banyak setelah baca2 blog mas sepertinya menarik jg untuk diikuti, tp ada bbrp hal yg mau saya tanyakan seperti
    1. Dari ams central ke zaanse schans brp lama ? dan wkt untuk mengelilingi zaanse schans kira2 brp lama ?
    2. Dari zaanse schans ke volendam apakah balik lg ke ams central atau ada bus lgsung dari zaanse schans ke volendam ? klo ada busnya no brp ?
    3.Dari volendam ke ams central naek bus yg sama no 316 ?

    Mohon bantuannya

    Terima kasih

    BalasHapus
  5. untuk ke volendam,zaanse schans,bloemennmarkrket and albert cuypstraat apa sudah dicover smua oleh kartu amsterdam region yang 13,5€ tadi?

    BalasHapus