Selasa, 18 Februari 2020

EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau suatu hari nanti saya akan menjejakkan kaki di Athena. Namanya sering terdengar di mitologi Yunani kuno, Athena sebagai dewi kebijaksanaan, putri dari Zeus. Konon katanya kota Athena ini sudah ditinggali manusia sejak 3,000 BC. Kebayangkan sudah setua apa kota Athena ini.

EURO TRIP 2016 - PART 1 : 15 HARI, 6 NEGARA
EURO TRIP 2016 - PART 2 : JALAN - JALAN DI KUALA LUMPUR DAN AMSTERDAM
EURO TRIP 2016 - PART 3 : JALAN - JALAN DI PARIS
EURO TRIP 2016 - PART 4 : JALAN - JALAN DI SANTORINI
EURO TRIP 2016 - PART 5 : JALAN - JALAN DI ATHENA
EURO TRIP 2016 - PART 6 : JALAN-JALAN DI FLORENCE, PISA, DAN CINQUE TERRE
EURO TRIP 2016 - PART 7 : JALAN-JALAN DI ROMA, ITALIA


SANTORINI TO ATHENA


Dari Santorini ke Athena paling efisien memang dengan naik pesawat. Hanya 45 menit penerbangan. Harganya juga tidak mahal-mahal amat. Cuman karena saya sebelumnya sudah pernah mencoba opsi pesawat rute Paris - Athena - Santorini maka kali ini saya ingin mencoba sesuatu yang berbeda, yaitu dengan naik ferry dari Santorini ke Athena. Hitung-hitung biar menambah pengalaman.

Ada 2 jenis kapal tujuan Santorini ke Athena. Fast boat dan kapal ferry. Fast boat jelas lebih cepat tapi harganya mahal. Sedangkan kapal ferry lebih lambat tapi harganya murah. Jadilah saya membeli tiket Blue Star Ferry untuk keberangkatan Santorini ke Athena seharga EUR 41.5 dengan 6 jam perjalanan. Jangan khawatir takut mabuk laut karena kapalnya sangat besar jadi guncangan ombak sama sekali tidak terasa. Pilihlah jam keberangkatan sore hari agar bisa sekalian menonton sunset.

Jangan disamakan kapal Blue Star Ferry ini dengan kapal ferry lokal di Indonesia karena Blue Star Ferry ini baik interior mau eksteriornya oke punya. Kursi penumpangnya empuk, ada restoran, ada open deck, bahkan ada eskalatornya segala. Mewah pokoknya. Perjalanan 6 jam tidak bakal terasa karena ferry-nya senyaman ini.



AKOMODASI


Kapal Blue Star Ferry akan merapat di Piraeus, sebuah kota pelabuhan berjarak 30 menit dari pusat kota Athena. Karena saya ambil jam keberangkatan di sore hari maka saya tiba di Piraeus hampir dini hari. Maka dari itu saya memesan akomodasi dekat Pelabuhan Piraeus.

Sebetulnya saya agak sedikit takut, sedikit khawatir harus menggeret koper di tengah malam dari pelabuhan menuju hotel. Namun ternyata ini hal lumrah karena penumpang lainnya melakukan hal serupa. Untungnya perjalanan dari pelabuhan menuju hotel aman-aman saja meski di beberapa gang terlihat gelap gulita.

Di Piraeus saya menginap di Argo Hotel Piraeus, hotel budget yang cukup bersih dan berlokasi strategis hanya 10 menit jalan kaki dari Metro Piraeus. Harganya IDR 600,000/malam atau setengah dari harga rata-rata hotel di daerah Monastiraki atau Syntagma. Bonusnya, Argo Hotel Piraeus ini dikelilingi kedai bakery yang menyajikan banyak sandwich dan aneka roti lezat dengan harga murah meriah.



TRANSPORTASI


Metro is your best friend selama di Athena. Kemana-mana saya naik metro yang rutenya sudah menjangkau semua lokasi turis di Athena. Rute metro di Athena sangat sederhana, hanya terdiri dari 3 lines: Red line, Green Line, dan Blue Line. Konon katanya jalur metro di Athena ini nomor 2 tertua di dunia. Pantas saja banyak keretanya yang bocel-bocel, terlihat usang, bahkan beberapa ada yang tidak dilengkapi pendingin udara. 

Tiket metro di Athena pembayarannya bukan berdasarkan jarak jauh-dekat. Tapi dihitung per 90 menit sejak pertama kali di validasi dengan harga EUR 1.4. Jadi selama 90 menit kita bebas naik turun metro kemana pun kita mau. Stasiun metronya pun menganut prinsip kejujuran karena tidak ada palang penghalang untuk masuk. Jadi kalaupun tidak punya tiket kita masih bisa naik/turun metro. Tapi hati-hati. Kalau kena razia dan ketahuan tidak mempunyai tiket maka akan kena denda EUR 84. Kalau tidak mau repot beli tiket setiap kali akan naik metro, bisa beli tiket terusan one day ticket seharga EUR 4.5 yang berlaku selama 24 jam sejak pertama kali di validasi.





DAY 10
THE ACROPOLIS


Kalau hanya bisa mengunjungi 1 tempat di Athena, sudah pasti the Acropolis jawabannya. Acropolis artinya "kota di ketinggian" dalam bahasa Yunani kuno. Terletak di sebuah bukit setinggi 156 m, the Acropolis dapat dengan mudah terlihat dari beragam sudut kota Athena. Di kawasan Acropolis berdiri beberapa bangunan penting seperti Erechtheion yang merupakan kuil didedikasikan untuk Dewi Athena dan Poseidon, Odeon of Herodes Atticus si Roman Teater kuno, Theatre of Dionysus yang merupakan teater pertama di dunia, serta Parthenon, bangunan paling terkenal seantero Yunani dan  menjadi ikon dari the Acropolis. Saking terkenalnya banyak postcard yang saya temukan di Yunani kalau bukan bergambar Santorini, ya gambar Parthenon.

Parthenon ini dibangun sejak 447 BC dan dulunya tempat sakral. Dalam masanya tempat ini pernah dijadikan sebagai kuil pemujaan, gereja, serta masjid, sebelum akhirnya dikukuhkan menjadi situs warisan budaya Unesco. Untuk masuk ke area Acropolis kita mesti merogoh kocek EUR 20 saat summer atau EUR 10 saat winter. Tapi jika kita membeli tiket combo seharga EUR 30, kita bisa memasuki the Acropolis serta 6 tempat lainnya seperti the Ancient Agora, Roman Agora, Hadrian's Library, Temple of Olympian Zeus, Kerameikos, dan Aristotle's School dalam tenggang waktu 5 hari. Sangat "good deal" bagi mereka pecinta sejarah dan pengagum mitos Yunani kuno.

Sedikit saran sebelum ke Acropolis, pastikan memakai sepatu yang nyaman dan membawa cukup air mineral. The Acropolis ini berada di puncak bukit. Jadi kita harus hiking dengan rute jalan menanjak untuk bisa tiba disana. Datanglah sedari pagi agar terhindar dari panas menyengat dan tidak berbarengan dengan rombongan turis kapal pesiar yang selalu bikin penuh sesak. Lalu gunakan sunscreen, topi, payung dan kaca mata hitam karena siang hari the Acropolis panasnya luar binasa!




MONASTIRAKI


Salah satu area di Athena yang paling lively dan happening. Monastiraki terkenal akan flea market-nya yang menjual beragam jenis barang mulai dari yang antik, kuno, nyentrik, hingga kekinian. Di area ini pulalah berdiri bangunan kuno Roman Agora dan Hadrian's library.




SYNTAGMA SQUARE


Bisa dibilang ini pusatnya Athena. Disinilah terdapat bangunan Royal Palace yang kini dialih fungsikan menjadi Gedung Parlemen Yunani sejak tahun 1934. Pantas tempat ini menjadi lokasi para pendemo kalau sedang demonstrasi. Selain Royal Palace disini juga terdapat lapangan hijau tempat dimana banyak penduduk lokal nongkrong untuk menghabiskan waktu di siang hingga malam hari.



METRO MALL


Setelah mengunjungi the Acropolis, Monastiraki, dan Syntagma Square, ternyata saya masih memiliki beberapa jam lagi di Athena sebelum kembali ke Piraeus. Akhirnya saya putuskan untuk main ke Metro Mall di Athena. Namanya juga orang Indonesia. Tidak sah berkunjung ke suatu negara kalau belum study banding shopping mall-nya dengan mall-mall di Indonesia. 

Metro Mall ini boleh dibilang cukup trendy tampilannya. Sepertinya baru saja dibangun karena modelnya cukup modern. Tapi kalau dibandingkan dengan Grand Indonesia atau Pacific Place di Jakarta, masih bagusan di kita jauh. Apalagi Metro Mall di Yunani tersebut kurang begitu komplit barang-barangnya dan rata-rata pengunjungnya semuanya para penduduk lokal, bukan turis mancanegara. Disana selain mencari makan malam, saya menghabiskan waktu menonton acara "meet and greet" artis lokal yang acaranya cukup lucu dan seru.

Dari Metro Mall saya kemudian naik metro kembali ke hotel di Piraeus. Lalu packing karena besok paginya akan mengejar penerbangan pagi dari Athena ke Roma.




Instagram : @williamkellye
https://www.instagram.com/williamkellye/

#Europe #Travel #Backpacking #Explore #Wanderlust #Destination #Williamkellye #Paris #Amsterdam #Santorini #Rome #Athens

- TO BE CONTINUED - 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JALAN - JALAN DI SEOUL KOREA - PART 1

Kalau ditanya pilih Jepang atau Korea, saya pilih Jepang. Tapi kalau ditanya pilih Tokyo atau Seoul, jelas saya pilih Seoul! Saya bukan...