Sabtu, 14 Oktober 2017

Jalan - Jalan di Laos

Halo.. Mau share sedikit mengenai perjalanan saya minggu lalu di Laos. Itung2 sekalian menambah referensi tentang Laos. Hehe.

Rute yang saya pakai Jakarta-KL-Vientiane (Airasia, PP) lalu disambung Bus malam Vientiane ke Luang Prabang (ekonomi 110rb kip, VIP 130rb kip, Sleeping 150rb kip). Total 3 hari efektif. 1 hari di Vientiane, 2 hari di Luang Prabang. Meski terkesan “sebentar”, tapi menurut saya cukup-cukup saja tuh untuk mengunjungi tempat favorit disana. Karena memang Vientiane dan Luang Prabang kotanya tidak terlalu besar. Jadi cukup mudah dan efisien untuk mengejar beberapa tempat sekaligus dalam 1 hari. Pinginnya sih ke Vang Vieng juga untuk naik balon udara namun apadaya, jatah cuti terbatas #nasibpegawaikantoran.

Hari pertama di Laos diawali dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Vientiane. Lokasinya berada di sekitaran Patuxai, si tugu mirip Arc de Triomphe di Paris. Ada Wat Si Saket, Presidential Palace, Lao National Museum, That Dam, dan Hor Phakeo. Satu sama lain bisa dicapai dengan berjalan kaki atau kalau males, tinggal naik tuk2 bayar 10-15rb kip/orang. 

Dari Patuxai lalu saya pergi ke Pha That Luang, si Pagoda emas ikon dari Laos (ini wajib banget dikunjungi), kemudian nonton sunset dari pinggir sungai Mekong sambil halu-halu manis, sebelum malamnya naik sleeping bus ke Luang Prabang. Lama perjalanan sekitar 10 jam. Busnya bersih dan nyaman. Good option karena saya bisa hemat ongkos akomodasi 1 malam.


Besoknya saya tiba di Luang Prabang pukul 6 pagi. Langsung  check in + titip tas di Downtown Hostel Luang Prabang (80rb rupiah/malam), lalu sewa motor (120rb kip/hari) untuk ke Kuang Si Waterfall, si air terjun paling terkenal seantero Laos raya. Lokasinya berada 30 km dari Luang Prabang atau bisa dicapai sejam naik motor. Petunjuk jalannya banyak dan jelas. Jadi enggak bakalan kesasar.

Sebetulnya saya bisa saja ikutan share cost tuk2 kesana bayar 35rb kip, cuman Karena saya kepingin lebih lama di Kuang Si tanpa dijatah waktu plus sekalian muter-muter downtown Luang Prabang, makanya saya pilih sewa motor.

Dan sesuai dugaan Kuang Si Waterfall memang bagus bagus amat. Bisa dibilang ini highlight trip saya di Laos. Bentuknya mirip dengan air terjun Mata Jitu di Pulau Moyo. Cuman yang ini lebih besar dan lebih banyak kolam pemandiannya. Dari jauh warna airnya yang hijau toska sudah manggil2 minta direnangi. Apalagi view sekelilingnya juga enggak kalah keren, pemandangan hijau hutan tropis. Kalau kayak begini sih siapa pun pasti bakalan betah nyebur lama-lama disana.



Dari Kuang Si, saya balik lagi ke Luang Prabang, muter-muter di downtownnya yang ternyata seru banget dijelajahi, karena banyak berderet bangunan bersejarah dengan arsitektur khas dan lucu-lucu. Rata-rata difungsikan sebagai resto, café, hotel, villa, atau toko souvenir. Semua dalam kondisi terawat. Belum lagi bangunan kuil yang banyak tersebar di pusat kotanya, membuat downtown Luang Prabang semakin bewarna.

Sore harinya saya nonton sunset dari Mount Pho Si. Gerbang masuknya persis di tengah kota. Dari atas sana, saya bisa melihat matahari terbenam dengan latar bukit-bukit karst dan Sungai Mekong dibawahnya. Lalu malamnya saya jalan-jalan di Luang Prabang Night Market sembari cari cemilan, makanan, dan souvenir.

Hari ketiga di Luang Prabang saya sudah bangun pukul 5 pagi Karena ingin menyaksikan Alms Giving Ceremony, ritual dimana penduduk setempat memberikan sebagian makanannya bagi para Biksu. Sebagai gantinya para Biksu pun akan mendoakan mereka. Ritual ini tidak berlangsung lama. Pukul 7 sudah selesai dan berpusat di Post Office Downtown Luang Prabang.

Darisitu saya kemudian menyewa sepeda (20rb kip/hari) untuk temple hopping sekalian muter-muter downtown Luang Prabang lagi (kali ini lebih selow). Makan siang di Café pinggir Sungai Mekong, lalu lanjut gowes lagi ke Royal Palace Museum dan temple hopping lagi sampai sore, sebelum malamnya naik sleeping bus kembali ke Vientiane. Besoknya saya naik penerbangan pagi untuk kembali ke Jakarta dan berakhir pula liburan saya 4 hari Laos. Meskipun terkesan singkat, namun perjalanan ini memberi kesan mendalam. 

Khop Chai Laos. See you again.


IG : @williamkellye

#laos #vientiane #luangprabang #kuangsi #waterfall #BackpackerInternational #BILaos #BIvientiane #BILuangPrabang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar