Jumat, 24 November 2017

Skydiving di Queenstown (New Zealand)



Sudah lama saya kepingin mencoba skydiving. Tapi karena harganya yang mahal, mungkin saya hanya sanggup melakukannya sekali seumur hidup. Makanya lokasi skydive pertama harus yang indah indah dan patut dikenang, karena tidak tahu kapan lagi akan skydiving.

Setelah browsing sana sini, ketemulah Queenstown di New Zealand. Tempat ini langsung mencuri perhatian saya dengan pemandangannya yang aduhai. Langit biru, pegunungan bersalju, plus bonus Danau Wakatipu. Sekalipun saya bukan orang yang berani-berani amat, tapi kalau view skydiving-nya seindah ini, langsung hilang deh rasa takut dan nerveous-nya.

 

Sebetulnya ada banyak spot skydiving di New Zealand seperti di Wanaka, Auckland, Franz Josef, atau Rotorua. Cuman yang paling komersil dan terkenal ya di Queenstown. Saking komersilnya saya sampai bela-belain booking dari 2 minggu sebelumnya supaya dapat slot skyjump pukul 11 siang. Bisa saja sih datang “Go Show” tapi tidak jaminan bisa skyjump di hari yang sama dan di jam yang diinginkan. Sementara saya kan kepinginnya skydiving di siang hari supaya dapat pemandangan paling maksimal (karena cahayanya paling berlimpah).

Setelah jadwal skyjump ter-booking, akhirnya tiba juga hari yang dinanti-nanti. Hari dimana saya akan melakukan skydiving. Entah mengapa di hari itu saya malah jadi gugup dan senewen. Tapi the show must go on. Setelah melakukan registrasi di kantor pusat NZone Skydiving, saya dan lima orang lainnya dijemput dengan Van menuju bandara kecil di luar Queenstown. Disana sudah menunggu pesawat imut-imut yang akan membawa kami di ketinggian 15,000 kaki. Di dalamnya kami duduk berbaris sesuai urutan terjun. Dan sialnya saya malah dapat giliran terjun pertama. Waks.

Grogi sih sudah pasti. Tapi disuguhi pemandangan indah di kanan kiri selama penerbangan, pikiran saya justru malah jadi tenang dan relax. Apalagi ketika pintu pesawat dibuka dan saya bisa melihat hamparan pegunungan Remarkables berselimut salju serta Danau Wakatipu tanpa dinding pembatas. Masih tertegun dengan pemandangan indah Queenstown dari atas, tandem master saya tiba-tiba mencolek saya dan memberi aba-aba untuk bersiap meloncat. Jujur saya belum siap mental saat itu. Sambil takut-takut saya mengambil posisi untuk terjun. Dan dalam hitungan ketiga kami pun terjun bersama dari ketinggian 15,000 kaki dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam.



Rasanya jantung seperti ketinggalan di atas pesawat. Dan saking cepatnya kami freefall (terjun bebas), saya sampai tidak bisa mendengar suara kencang teriakan saya di detik-detik awat. Barulah setelah parasut kecil pertama terbuka dan kami terjun melambat, saya mulai bisa mendengar suara saya serta berkomunikasi dengan tandem master. Pemandangan saat itu benar-benar sangat indah.

Saya tidak begitu ingat berapa lama saya berada di udara karena dilarang membawa jam tangan atau benda-benda yang mudah lepas saat skydiving. Tapi yang saya ingat, ini adalah salah satu moment paling berkesan dan tidak terlupakan dalam hidup saya. Kalau disuruh skydiving lagi tentu saya akan dengan senang hati melakukannya lagi dan lagi. Tapi kali kedua nanti saya mau terjun bebas sambil salto. Hehe.

Instagram : @williamkellye



1 komentar:

  1. Mas kira2 berapa ya harga untuk skydive di queenstown? Dan persiapan apa yang dibutuhkan?

    BalasHapus