Senin, 01 Januari 2018

Musim Panas di Paris



Saat itu di penghujung bulan Juni 2016. Akhirnya sampai juga saya di kota paling romantis di dunia: Paris. Bayangan akan Menara Eiffel serta langit biru tanpa awan sudah menari-nari di kepala saya.


Dari Amsterdam, saya naik Megabus menuju Paris. Berangkat pagi, tiba di Metro Bercy sore hari.


Saya tidak sabar untuk segera sampai di hotel, meletakkan koper saya yang berat, dan bergegas menikmati senja pertama saya di Paris dengan latar Menara Eiffel.

Begitu keluar dari Metro Trocadero, hati saya mencelos. Langit tertutup awan tebal dan hujan rintik-rintik.


Sudah kepalang tanggung, hari itu saya habiskan dengan jalan jalan sore dari Metro Trocadero menuju Metro Bir-Hakeim sembari mengagumi Menara Eiffel yang angkuh ditengah gerimis.


Dalam hati, besok saya wajib kesini lagi karena imajinasi saya belum terpuaskan.

Hari ke dua di Paris saya menyempatkan untuk Mengunjungi Menara Eiffel lagi sepulang dari Chateu de Versailes. Kebetulan rutenya searah dengan RER-C, saya turun di Metro Champs de Mars untuk pemandangan Menara Eiffel yang berbeda


Sayang, langit tetap muram. Awan kelabu tetap menyelimuti Menara Eiffel.

Tunggu punya tunggu, bukan secercah cahaya yang saya dapatkan. Melainkan hujan deras. Buru2 saya kembali masuk ke stasiun Metro Champ de Mars dan melanjutkan perjalanan menuju Champs Elysees.

Gagal lagi menikmati suasa siang hari nan cerah dengan backdrop Menara Eiffel

Hari ketiga di Paris, saya sudah agak malas kalau harus kembali datang ke daerah Trocadero. Tapi masih ada keinginan untuk melihat Menara Eiffel saat hari cerah.

Bertekad untuk mewujudkan imajinasi yang belum juga terwujud, saya memilih daerah di Pont Alexander III untuk melihat Menara Eiffel.


Sialnya Langit benar-benar labil saat itu. Kadang gelap, kadang terang. Kadang gelap lagi dan gerimis. Sungguh sulit diprediksi.

Tapi untungnya saya sempat mengambil beberapa gambar saat cahaya matahari muncul sekali-kalinya.


Memang bukan seperti gambar yang ada di imajinasi saya: menara eiffel dengan latar langit biru tanpa awan. But it was good enough.


Jadi Sekalipun namanya musim panas, belum tentu cuacanya akan cerah seharian. 3 hari di Paris saya malah dapat musim hujan. langit kelabu, gerimis sepanjang waktu, dan sesekali hujan deras.


Ah mungkin bulan juni bukan bulan terbaik berkunjung ke Paris.

Instagram : @williamkellye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar