Senin, 24 Oktober 2016

Snap and Go di Roma

Snap and Go. Istilah ini biasa dipakai oleh orang yang tidak suka berlama-lama di suatu tempat wisata. Jadi begitu datang, jalan-jalan sebentar, lalu pindah lagi ke tempat wisata lainnya. Sebetulnya ini bukan termasuk gaya jalan saya yang tipenya cenderung “suka-suka saya”. Kalau saya suka, ya saya bakal lama jalan-jalan di satu tempat. Tapi kalau baru sebentar sudah bosan, ya tinggal pergi ke tempat lainnya.

Berhubung lagi jalan-jalan di Roma, saya kepikiran buat ngepraktekin gaya jalan snap and go. Bukan apa-apa, Roma itu kotanya kecil dan lokasi wisatanya berdekatan satu dengan lainnya. Metronya saja cuman ada 2 jalur, jadi kebayangkan sesederhana apa kotanya. Itung-itung juga dengan jalan-jalan ala snap and go, bakalan banyak tempat wisata yang bisa saya datengin dalam waktu satu hari.

Waktu di Roma saya menginap di dekat Stasiun Termini jadi start-nya dari sana. Naik Metro Line A turun di Barberrini, terus jalan kaki ke Piazza di Trevi buat melihat air mancur Fontana di Trevi yang terkenal. Begitu keluar metro tinggal ikutin saja petunjuk ke arah air mancur.

Banyak yang bilang belum ke Roma kalau belum sempat melempar koin di Fontana di Trevi. Katanya kalau pernah melempar koin disana bakalan bisa balik lagi ke Roma. Makanya saya sudah nyiapin koin Rp. 1000 buat ikutan dilempar. Tapi pas sampai disana tempatnya bena-benar penuh lautan manusia. Jangankan buat foto-foto selfie, buat lempar koin aja susah. Dan karena lokasinya padat manusia jadinya tempat favorit pencopet buat beraksi. Jadi mesti hati-hati. Untungnya karena terbiasa nyempil pas naik Bus Transjakarta, saya gampang nyelip sampe depan dan akhirnya berhasil juga melempar koin. Semoga bisa balik ke Roma lagi nanti. Amin.

Fontana di Trevi

Beres lempar koin saya lanjut lagi ke Piazza di Spagna, alun-alun yang terkenal dengan Spanish Step-nya. Seperti namanya, Spanish Step ini tangga yang menghubungkan Piazza di Spagna di bagian bawah dengan Piazza Trinita dei Monti di bagian atasnya. Dulunya tempat ini pernah dipakai sebagai lokasi syuting film Roman Holiday yang dibintangi Audrey Hepburn dan sekarang malah menjadi tempat favorit orang pacaran.

Karena penasaran makanya saya bela-belain jalan kaki dari Fontana di Trevi ke Piazza di Spagna. Sebetulnya bisa juga sih naik metro tapi saya lebih memilih jalan kaki biar bisa mampir-mampir sambil menikmati suasana kota Roma. Mulai dari mampir ke toko souvenir yang di setiap sudut jalan pasti ada, nongkrong di kedai gelato rumahan, hingga brunch di cafe pinggir jalan. Sempet juga ketemu Panthenon tempat pemujaan dewa-dewa Romawi kuno. Masuk sebentar terus jalan lagi.

Toko di pinggir jalan

Salah satu bangunan dalam perjalanan menuju Piazza di Spagna

 
Panthenon

Sampai di Piazza di Spagna ternyata Spanish Step-nya lagi di renovasi. Gagal deh mau foto-foto instagramable disana. Sebagai gantinya jadinya saya malah muterin toko-toko di sekitaran alun-alun yang ternyata toko kelas atas semua. Dari brand Gucci, Cartier, Chanel, Salvatore Ferragamo, Versace, sampai Valentino. Pokoknya merk mahal semua deh. Uniknya barang-barang yang dipajang di etalasenya sudah dikasi label harga yang terlihat jelas dari luar. Jadi tanpa masuk pun kita sudah bisa mengira-ngira berapa kisaran harganya. Saya jadi tahu kalau tas Louis Vuitton asli ada juga yang harganya dibawah 1000 euro.

Piazza di Spagna yang sedang di renovasi

Dari Piazza di Spagna saya terus naik Metro Line A, turun di Flaminio buat sekedar jalan-jalan di Piazza del Popolo yang terkenal sama gereja kembarnya. Gereja Santa Maria dei Miracoli dan Santa Maria di Montesanto. Sayangnya salah satu gerejanya sedang dipugar alhasil saya cuman bisa masuk ke satu gereja saja. Nah di Piazza del Popolo ini kita mesti hati-hati karena banyak scam tukan jualan bunga dan tukang jual gelang persahabatan. Awalnya mereka bilang gratis tapi ujung-unjungnya minta harga yang gak masuk akal. Jadi kita harus tegas menolaknya kalau semisal dideketin terus ditawarin bunga dan gelang.

Gereja kembar di Piazza del Popolo

Beres foto-foto di Piazza del Popolo saya terus naik Metro Line A lagi turun di Lepanto. Disana saya mau ke Castel Sant’Angelo atau Castel of the Holy Angel yang pernah muncul di buku Dan Brown. Dulunya bangunan ini merupakan mausoleum Kaisar Hadrian dan keluarganya sebelum beralih fungsi menjadi benteng dan kastil. Persis di depannya membentang jembatan cantik dengan 10 patung malaikat. Untuk masuk ke Castel Sant’Angelo kita mesti membayar 10.5 euro. Karena malas keluar duit saya cuman foto-foto di depannya terus pergi lagi ke Colosseum.

Castel Sant’Angelo

Untuk ke Colosseum, dari Metro Lepanto saya mesti naik Metro Line A balik ke Stasiun Termini buat berganti ke Metro Line B, turun di Colosseo. Bangunan Colosseum persis berada di depan pintu keluar metro. Karena sudah jauh-jauh ke Roma, wajib hukumnya untuk masuk ke dalam Colosseum. Meski antrian masuknya terlihat panjang mengular tapi jangan patah semangat dulu karena petugas disana gesit melayani jadi tidak selama itu menunggunya. Lalu begitu masuk saya benar-benar dibuat terpukau dengan kemegahan Colosseum. Bangunan yang dulunya pernah dipakai sebagai arena gladiator bertanding atau eksekusi bagi orang yang melanggar hukum itu masih berdiri kokoh dan bisa menampung sampai 50.000 orang di masanya.

Colosseum

Setelah puas keliling Colosseum, saya jalan kaki menuju Roman Forum yang terletak persis di depan Colosseum. Tempat ini merupakan pusat pemerintahan, politik, dan keagamaan saat jaman romawi kuno dulu. Beberapa reruntuhan masih tampak jelas menggambarkan fungsinya di masa lampau seperti bangunan senat, pengadilan, kompleks kediaman aristokrat, dan tempat ibadah. Lokasinya benar-benar luas dengan medan berbukit-bukit sehingga membuat kaki saya pegal. Untungnya Roman Forum ini tempat terakhir yang saya kunjungi karena memang sehabis darisana rencananya saya balik ke hotel.

Roman Forum

Tak terasa seharian sudah saya snap and go keliling Roma. Ternyata seru juga jalan-jalan begini karena ada banyak tempat yang bisa didatangi dalam waktu singkat. Meski di beberapa tempat cuman numpang foto doang tapi saya puas dengan tempat-tempat yang saya datangi. Kalau ditanya mau lagi atau enggak jalan ala snap and go, hm, lihat destinasinya dulu. Kan sayang sudah jauh-jauh kesana cuman mejeng foto doang tanpa memperkaya diri dengan gosip-gosip yang pernah beredar serta pengetahuan sejarah lainnya.

Instagram : @williamkellye

Tidak ada komentar:

Posting Komentar